Surabaya (beritajatim.id) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus meningkatkan kesiapan infrastruktur demi kelancaran Angkutan Lebaran 2025. Salah satu langkah yang dilakukan adalah perawatan intensif jalur rel guna memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman bagi para penumpang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa wilayah operasional KAI Daop 8 Surabaya memiliki panjang lintasan sejauh 530.168 kilometer. Jalur ini membentang di 11 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan batas wilayah dari Stasiun Tobo di utara, Stasiun Mojokerto di tengah, hingga Stasiun Wlingi di selatan.
“Untuk menjaga kualitas jalur rel, KAI Daop 8 Surabaya memiliki 23 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan Rel dan Jembatan. Rinciannya, 18 UPT Jalan Rel, 4 UPT Jembatan, dan 1 UPT Mekanik,” ujar Luqman Arif, Selasa (1/3/2025).
Perawatan dengan Standar Ketat
Perawatan jalur dilakukan dengan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Petugas KAI Daop 8 Surabaya bekerja dengan penuh ketelitian dalam mengganti serta memperbaiki berbagai bagian penting, termasuk rel kereta api, bantalan rel, baut, penambat rel, jembatan, serta memastikan lebar jalur dan geometri jalan rel tetap sesuai standar.
“Selain itu, kami juga akan menempatkan kembali batu ballast yang diperlukan guna menjaga kestabilan jalur rel,” tambah Luqman.
Menjelang momen Angkutan Lebaran 2025, KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya memastikan perjalanan kereta api berjalan lancar tanpa kendala. Dengan perawatan jalur yang intensif, diharapkan para penumpang dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman selama periode mudik.
“KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dalam setiap aspek operasional, demi keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” tutup Luqman. (hdl)







