Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Pemerintah Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Sains

Pemerintah Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Sains

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 23 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia sebagai dasar kebijakan berbasis sains menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia sebagai dasar kebijakan berbasis sains menuju Indonesia Emas 2045.

Jakarta (beritajatim.id) – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan berbasis bukti ilmiah. Peluncuran yang berlangsung di Jakarta, Selasa (21/7), menjadi langkah strategis dalam memperkuat konservasi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Peluncuran dokumen tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pertanian. Inisiatif ini juga mendapat dukungan Pemerintah Jerman melalui GIZ Indonesia & ASEAN dan Yayasan Konservasi Indonesia.

Keempat dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Dokumen ini memuat data terbaru mengenai kondisi keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem, spesies, hingga sumber daya genetik di masing-masing wilayah. Selain itu, laporan tersebut mengidentifikasi berbagai tekanan terhadap lingkungan, mulai dari perubahan iklim, degradasi habitat, pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, hingga ancaman terhadap berbagai spesies yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan dan konservasi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa keanekaragaman hayati merupakan modal utama pembangunan nasional karena menjadi sumber pangan, perikanan, rempah-rempah, hingga bahan baku obat-obatan. Menurutnya, perlindungan terhadap kekayaan hayati menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan hidup yang berkualitas sekaligus mempercepat penerapan ekonomi hijau dalam agenda pembangunan nasional.

Baca Juga:  Puan Maharani Desak Pemerintah Pulihkan Korban Penipuan Pekerja Migran dan Buka Lapangan Kerja di Dalam Negeri

Sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan, air, energi, kesehatan masyarakat, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Karena itu, pengelolaan keanekaragaman hayati diposisikan sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional jangka panjang.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah regulasi untuk memperkuat tata kelola keanekaragaman hayati. Di antaranya adalah rancangan peraturan pemerintah mengenai akses dan pembagian manfaat atas pemanfaatan sumber daya genetik serta pengaturan nilai ekonomi keanekaragaman hayati. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memastikan pemanfaatan sumber daya hayati berjalan secara adil, berbasis ilmu pengetahuan, dan menerapkan tata kelola yang transparan.

Pemerintah menilai pembaruan data keanekaragaman hayati menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Penggunaan informasi ilmiah diyakini mampu membantu pemerintah menetapkan prioritas pembangunan, mengantisipasi risiko ekologis, memperkuat tata kelola sumber daya alam, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan sesuai daya dukung ekosistem.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan lembaganya akan terus memperkuat riset dan inovasi melalui penyediaan data ilmiah yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan nasional. Menurutnya, pemanfaatan keanekaragaman hayati harus memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan, kesehatan, energi, pengembangan biomaterial, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki berharap dokumen tersebut tidak hanya menjadi referensi akademik, tetapi juga menjadi pedoman bersama bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat adat, hingga organisasi masyarakat sipil dalam menjalankan pengelolaan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026, Polres Probolinggo Siapkan Pos Pelayanan di Sejumlah Exit Tol

Peluncuran empat dokumen terbaru ini melengkapi dokumen yang telah diterbitkan pemerintah sebelumnya, yakni Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024, Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sumatra, dan Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sulawesi yang diperkenalkan pada Agustus 2025. Keseluruhan dokumen tersebut diharapkan menjadi referensi utama dalam menentukan kawasan prioritas konservasi, menyusun program pembangunan, serta memperkuat kebijakan berbasis bukti ilmiah.

Dukungan internasional juga terus mengalir. Head of Mission of the German Embassy to Indonesia, ASEAN and Timor-Leste Thomas Graf menyatakan Pemerintah Jerman akan terus mendukung implementasi dokumen tersebut agar tidak berhenti sebagai referensi ilmiah semata, melainkan menjadi panduan dalam penyusunan kebijakan, arah pembangunan, dan upaya konservasi di seluruh ekoregion Indonesia.

Peluncuran dokumen ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat lokal dan adat, mitra pembangunan, organisasi masyarakat sipil, asosiasi, hingga pelaku usaha. Melalui kolaborasi lintas sektor dengan pendekatan whole of government dan whole of society, pemerintah berharap implementasi IBSAP 2025–2045 mampu memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Wajibkan Sistem Digital Pelaporan Pajak Restoran dan Kafe Demi Transparansi di Surabaya

23 Juli 2026 News
Lapas Mojokerto mengikuti puncak HANI 2026 bersama BNN Kota Mojokerto dan Forkopimda untuk memperkuat sinergi pemberantasan narkoba.

Lapas Mojokerto Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba pada Puncak Hari Anti Narkotika Internasional 2026

23 Juli 2026 News
Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026 News
Wamenhut meluncurkan dokumen status keanekaragaman hayati Indonesia sebagai acuan IBSAP 2025–2045 untuk mendukung konservasi berbasis data.

Wamenhut Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Jadi Acuan IBSAP 2025–2045 dan Target SDGs

21 Juli 2026 News
Polsek Kedunggalar berhasil memadamkan kebakaran lahan di Ngawi usai menerima laporan melalui Call Center 110. Polisi mengimbau warga waspada selama musim kemarau.

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Kedunggalar Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Ngawi Sebelum Meluas

21 Juli 2026 News
Satlantas Polres Malang mengedukasi 1.250 pelajar SMAN 1 Sumberpucung tentang keselamatan berkendara dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Satlantas Polres Malang Edukasi 1.250 Pelajar SMAN 1 Sumberpucung, Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

21 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Wajibkan Sistem Digital Pelaporan Pajak Restoran dan Kafe Demi Transparansi di Surabaya

23 Juli 2026
Berita Terbaru

Merantau Kuliah, Lebih Baik Tinggal di Rumah Kakak atau Ngekos? Ini Plus Minusnya

23 Juli 2026
Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026
Wamenhut meluncurkan dokumen status keanekaragaman hayati Indonesia sebagai acuan IBSAP 2025–2045 untuk mendukung konservasi berbasis data.

Wamenhut Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Jadi Acuan IBSAP 2025–2045 dan Target SDGs

21 Juli 2026
Polres Lumajang menangkap dua tersangka curanmor di depan toko kosmetik. Satu pelaku sempat kabur sebelum diamankan tim Resmob.

Polres Lumajang Tangkap Dua Tersangka Curanmor di Depan Toko Kosmetik, Satu Pelaku Sempat Kabur

21 Juli 2026
Polsek Kedunggalar berhasil memadamkan kebakaran lahan di Ngawi usai menerima laporan melalui Call Center 110. Polisi mengimbau warga waspada selama musim kemarau.

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Kedunggalar Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Ngawi Sebelum Meluas

21 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.