Gresik (beritajatim.id) – Seorang petani asal Desa Sumberejo, Bojonegoro, bernama Nur Kholiq (40), ditemukan tewas tersengat listrik jebakan tikus di area persawahan Desa Ganggang, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (1/5/2025).
Kejadian ini menambah daftar korban dari praktik pemasangan jebakan tikus beraliran listrik yang masih marak di sejumlah daerah.
Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh Kamis (61), warga sekitar, saat hendak menuju sawah untuk memompa air dari sungai. Ia melihat benda mencurigakan di antara tanggul dan sawah milik seorang warga bernama Warsono.
“Dari jarak sekitar empat meter saya lihat seperti tubuh manusia. Saya langsung pergi dan lapor ke Kepala Desa,” ujar Kamis.
Jebakan Listrik Dipasang di Dua Titik
Kepala Desa Ganggang, Awi, bersama Warsono segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balongpanggang. Petugas dari kepolisian dan tim identifikasi Polres Gresik segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah.
Kapolsek Balongpanggang, AKP Windu Priyo Prayitno, mengonfirmasi bahwa korban meninggal dunia akibat tersengat listrik dari jebakan tikus yang dipasang di sekitar tanggul sawah.
“Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, diketahui bahwa pemilik sawah memasang jebakan listrik di dua sisi tanggul, termasuk di tepi Sungai Desa Ganggang, sejak sekitar dua bulan lalu,” ungkap AKP Windu.
Saat ditemukan, posisi korban sedang menggenggam kawat jebakan listrik, yang diduga menjadi penyebab kematiannya. Jenazah korban telah dievakuasi dan dipulangkan ke rumah duka di Desa Sumberejo, Bojonegoro, untuk dimakamkan.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan bahaya jebakan tikus berbasis listrik yang tidak hanya membahayakan hama, tetapi juga nyawa manusia. Aparat kepolisian mengimbau para petani untuk tidak lagi menggunakan metode berisiko tinggi tersebut dan beralih ke cara pengendalian hama yang lebih aman. (dny/ted)


as a preferred source on Google




