Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Kenapa Brainrot dan Meme Anomali TikTok Bisa Bahaya Buat Anak?

Kenapa Brainrot dan Meme Anomali TikTok Bisa Bahaya Buat Anak?

Agathon AgnarAgathon Agnar News 31 Juli 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Pernah dengar istilah brainrot atau meme anomali yang lagi ramai di TikTok? Keduanya kini jadi bagian dari tren digital yang cukup populer, terutama di kalangan Gen Z dan anak-anak usia sekolah. Tapi di balik kelucuan dan keanehan konten itu, ada hal yang perlu diwaspadai terutama jika dikonsumsi oleh anak di usia dini.

Brainrot secara harfiah berarti pembusukan otak, tapi dalam konteks internet, istilah ini merujuk pada kebiasaan mengonsumsi konten super cepat, absurd, tanpa makna jelas, dan kadang terlalu intens secara visual dan suara. Sedangkan meme anomali adalah jenis konten visual yang sengaja dibuat aneh, rusak, dan bahkan mengganggu, supaya terlihat lucu atau relatable. Misalnya, video kartun yang wajahnya meleleh, suara tumpang tindih, atau potongan teks besar-besar yang nggak nyambung.

Masalahnya, anak-anak yang masih dalam masa tumbuh kembang otak sangat mudah terdampak oleh konten seperti ini. Banyak psikolog menyebutkan bahwa konsumsi konten brainrot secara berlebihan bisa menurunkan kemampuan fokus anak, membuat mereka gampang bosan dengan hal-hal yang ritmenya lambat seperti pelajaran sekolah atau membaca buku. Otak mereka terbiasa dengan rangsangan cepat, padat, dan acak, sehingga kesulitan menerima informasi dalam format normal.

Selain itu, konten seperti ini bisa memicu overstimulasi. Bayangkan saja, setiap hari anak-anak disuguhi video dengan warna mencolok, suara keras, dan gambar yang berubah-ubah dengan sangat cepat. Ini bukan cuma melelahkan otak, tapi juga bisa membuat mereka jadi gelisah, mudah marah, susah tidur, bahkan cemas berlebihan tanpa sebab yang jelas.

Baca Juga:  Public Enthusiasm Soars During Flag and Proclamation Text Parade

Dampak lainnya adalah hilangnya pemahaman tentang realita. Karena terbiasa menertawakan hal absurd, kekerasan yang dibungkus humor, atau konten kacau yang katanya lucu, anak bisa saja mulai melihat hal-hal serius sebagai hiburan semata. Bahkan tak sedikit yang mulai meniru gaya bicara, ekspresi, atau membuat konten serupa demi viral, tanpa memahami dampaknya.

Yang lebih mengkhawatirkan, TikTok dan algoritmanya sangat pintar dalam membaca minat pengguna. Sekali anak tertarik pada konten brainrot, maka konten serupa akan terus muncul. Ini yang menyebabkan mereka sulit berhenti menonton dan akhirnya masuk dalam siklus doomscrolling—scroll terus tanpa henti, sampai waktu tidur pun terlewat.

Tapi bukan berarti TikTok atau media sosial harus dihindari sepenuhnya. Yang dibutuhkan adalah pendampingan dan literasi digital. Orang tua bisa mulai dengan memahami apa yang sedang ditonton anak, lalu berdiskusi ringan. Tanyakan kenapa mereka menyukai video tersebut, apakah mereka mengerti isi kontennya, dan ajak bicara soal batasan waktu layar.

Alih-alih melarang, arahkan. Kenalkan konten yang positif, edukatif, dan tetap menyenangkan. Ada banyak kreator yang membuat konten belajar, eksperimen sains, cerita motivasi, dan bahkan animasi lucu yang tetap ramah anak.

Di era digital ini, anak-anak memang tumbuh di tengah layar. Tapi bukan layarnya yang salah, melainkan bagaimana kita mengajarkan mereka untuk menggunakannya dengan bijak. Karena pada akhirnya, anak-anak bukan cuma butuh hiburan, tapi juga bimbingan.

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
bahaya konten TikTok untuk anak brainrot TikTok efek brainrot pada otak anak konten absurd TikTok meme anomali
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.