Bojonegoro (beritajatim.id) – Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar pemerintah di berbagai sekolah sejak Februari 2025 mencatat sejumlah temuan penting terkait kondisi kesehatan pelajar. Tiga gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah masalah gigi, kelainan mata, dan gula darah tinggi, bahkan pada siswa usia SMP.
Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, saat menghadiri Kick Off Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMPN 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (4/8/2025).
Menurutnya, ketiga gangguan tersebut dominan muncul karena pola hidup yang tidak sehat. Masalah gigi dipicu oleh konsumsi makanan tinggi gula, kelainan mata banyak disebabkan kebiasaan menatap layar gawai sambil tiduran, sementara kadar gula darah tinggi muncul akibat pola makan tidak terkontrol dan minimnya aktivitas fisik.
“Banyak anak terlalu sering makan jajanan manis dan minuman bergula. Bahkan ditemukan siswa dengan berat badan berlebih dan gejala anemia,” tegasnya.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan komitmen pemerintah, sebagaimana tertuang dalam janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, untuk memberikan layanan kesehatan gratis dan menyeluruh. Awalnya, program ini menyasar masyarakat yang sedang berulang tahun untuk mendapatkan layanan cek kesehatan gratis.
Sejak dijalankan pada 10 Februari 2025, program ini telah melayani sekitar 16 juta warga yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Cakupannya terus diperluas ke pelajar, santri di pesantren, dan siswa di Sekolah Rakyat. CKG merupakan bagian dari strategi preventif pemerintah melalui edukasi dan deteksi dini masalah kesehatan.
Dalam kunjungannya, Pratikno yang merupakan alumni SMPN Padangan tahun 1976 itu juga menyoroti minimnya aktivitas fisik di kalangan pelajar. Ia menegaskan bahwa olahraga merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Ia juga mendorong kolaborasi kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk lebih memperhatikan asupan makanan dan jajanan anak-anak di lingkungan sekolah.
“Selain itu, penggunaan gadget yang rata-rata lebih dari 7 jam per hari juga harus diawasi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan anak,” imbuhnya.
Kick Off Cek Kesehatan Gratis di SMPN 1 Padangan melibatkan sebanyak 958 siswa, dengan 100 di antaranya mengikuti cek kebugaran. Sebanyak 80 tenaga kesehatan dari 10 Puskesmas diterjunkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.
“Kalau anak-anak tidak sehat, semuanya tidak ada gunanya. Mari kita jaga pola makan, biasakan olahraga, dan gunakan gadget dengan bijak. Ini demi masa depan generasi emas Indonesia,” pungkas Pratikno. [lus/beq]


as a preferred source on Google



