Malang (beritajatim.id) – Ada pandangan menarik yang disampaikan Sekretaris Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si. Dia menegaskan bahwa UB merupakan kampus rakyat, dan bukan showroom mobil yang mana mahasiswa bisa memamerkan kekayaannya secara kasatmata.
Hal itu dikatakan Tri saat memberikan materi pada mahasiswa baru (Maba) dalam kegiatan Rangkaian Acara Jelajah Almamater (RAJA) Brawijaya 2025 di Gedung Samantha Krida, kemarin mengutip website PTN ini.
Tri mengajak maba meninggalkan sekat-sekat sosial yang sering melekat di dunia pendidikan. Ia menuturkan bahwa UB adalah kampus rakyat, tempat semua kalangan berhak belajar dan berkembang tanpa diskriminasi. “Tak penting kamu anak siapa, rumahmu di mana, mobilmu apa. Di sini semua sama. Tidak ada kasta,” tandasnya.
Tri menjelaskan tentang nilai-nilai yang wajib dijunjung mahasiswa, yakni kesetaraan, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengingatkan maba menjauhi segala bentuk kecurangan akademik dan perilaku yang merugikan orang lain.
“Jangan pernah menyontek, jangan memalsukan tanda tangan, jangan mengambil yang bukan hakmu. Ini kampus, bukan tempat menghalalkan segala cara,” ingatnya.
Di bidang lingkungan, ia mengimbau mahasiswa membawa tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, menjaga kebersihan, serta mendukung UB sebagai kampus sehat dan ramah lingkungan. Kebijakan jam malam di UB, yakni gerbang kampus ditutup pukul 22.00 WIB kecuali ada izin khusus. Mahasiswa diperbolehkan membawa mobil dengan izin resmi, namun disarankan tidak membawa demi keterbatasan lahan parkir dan mencegah kesenjangan sosial.
Tri mengajak maba menerapkan gaya hidup sehat dengan mengajak mahasiswa bergabung dalam komunitas jalan kaki dan bersepeda di kampus. UB telah menyiapkan sepeda yang dapat digunakan di lingkungan kampus dan siap menambah jumlahnya jika diperlukan. “Kalau kurang, bilang ke saya, nanti kita tambah lagi,” katanya. (air)


as a preferred source on Google



