Mojokerto (beritajatim.id) – Pemerintah Kota Mojokerto menjalani verifikasi lanjutan program Kota Sehat 2025 yang dilaksanakan secara daring bersama Tim Verifikator Nasional. Acara ini berlangsung di Ruang Sabha Mandala Madya dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita.
Dalam paparannya, Ning Ita menegaskan bahwa penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utama Kota Mojokerto menuju predikat Kota Sehat. Ia menyebut, Kota Mojokerto telah memiliki SK Tim Pembina, Forum Kota Mojokerto Sehat, 3 FKKS di kecamatan, serta 18 Pokja Sehat di tingkat kelurahan.
“Partisipasi masyarakat adalah roh Kota Sehat. Di Mojokerto, warga aktif terlibat dalam berbagai inovasi seperti Lisa Berdasi (gerakan kebersihan), Gardumas dan Gerbang Wali (gotong royong renovasi rumah tidak layak huni), hingga Sami Gel (pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun),” ujar Ning Ita.
Capaian 9 Tatanan Kota Sehat Mojokerto
Ning Ita kemudian memaparkan capaian dan inovasi di sembilan tatanan Kota Sehat:
- Kehidupan masyarakat sehat mandiri: Angka harapan hidup meningkat dari 75,8 tahun (2023) menjadi 75,99 tahun (2024). Hadir inovasi Gayatri, Canting Gula Mojo, dan Ambyar Group untuk perlindungan anak dari rokok.
- Permukiman dan fasilitas umum: Pengurangan sampah meningkat dari 15,89% (2023) menjadi 19,46% (2024), atau lebih dari 7.000 ton. Didukung inovasi Gempa Genting, Bajak Sambal Terasi, dan Debu Meja Kursi.
- Pendidikan: Dari 105 sekolah, 87 sudah berstatus Adiwiyata. Mojokerto juga meraih Kota Layak Anak kategori Nindya serta penghargaan Adiwiyata Nasional.
- Pasar: Seluruh pasar telah memenuhi standar pasar sehat dan kawasan tanpa rokok. Sampah organik dimanfaatkan untuk pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui bank sampah.
- Perkantoran dan perindustrian: Indeks Kinerja Mikro naik dari 110 (2023) menjadi 200 (2024). Kota Mojokerto juga menerima penghargaan GP2SP, pengendalian TB, hingga Zero Accident.
- Pariwisata: Sebanyak 27% akomodasi telah bersertifikat layak sehat, dengan daya tarik wisata berbasis inklusi.
- Transportasi dan tertib lalu lintas: Fatalitas kecelakaan menurun, jalur sepeda bertambah, serta penghargaan Wahana Tata Nugraha berhasil diraih untuk ke-15 kalinya.
- Perlindungan sosial: Indikator layanan dasar membaik, angka kemiskinan serta pengangguran terbuka menurun, dan kriminalitas berkurang.
- Penanggulangan bencana: Kota Mojokerto memiliki kajian risiko bencana, sistem peringatan dini di Sungai Sadar, serta inovasi Sijari Pena dan Damkar Mendekat untuk edukasi penanganan kebakaran dan banjir.
Menutup paparannya, Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada Tim Verifikator Nasional serta menegaskan bahwa predikat Kota Sehat bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi bentuk komitmen bersama.
“Bagi kami, Kota Sehat bukan hanya soal awarding, tetapi wujud komitmen agar Mojokerto menjadi kota yang nyaman dan layak huni bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (tin)


as a preferred source on Google




