Jakarta (beritajatim.id) – Tesla resmi meluncurkan versi harga terjangkau dari dua model andalannya, Model Y dan Model 3, di pasar Eropa pada Selasa, 8 Oktober 2025. Model Y Standard ditawarkan dengan harga mulai dari $39.990 (sekitar 38.000 euro), sedangkan Model 3 dibanderol mulai $36.990.
Meski lebih murah dari versi sebelumnya, langkah ini menghadirkan tantangan berat bagi perusahaan milik Elon Musk di kawasan yang semakin ramai oleh mobil listrik bujet.
Di Eropa, Tesla kini harus bersaing langsung dengan deretan kendaraan listrik (EV) dari pabrikan Eropa dan China yang menawarkan harga jauh lebih kompetitif. Beberapa model bahkan dipasarkan di bawah 30.000 dolar AS.
Contohnya, BYD Dolphin Surf mulai dari 23.000 euro, Dacia Spring di 16.800 euro, dan Citroën e-C3 SUV di kisaran 23.300 euro. Bahkan Volkswagen telah mengumumkan rencana merilis ID.Polo, hatchback listrik di bawah 25.000 euro pada tahun depan.
Sam Fiorani, Wakil Presiden AutoForecast Solutions, menyebut persaingan di pasar EV Eropa sangat ketat. Menurutnya, banyaknya pilihan kendaraan listrik dengan harga lebih rendah dari Model Y dan Model 3 bisa menghambat upaya Tesla merebut kembali pangsa pasarnya.
Sejak 2023, pangsa pasar Tesla di Eropa turun drastis menjadi sekitar 1,5 persen. Padahal, saat itu Model Y sempat menjadi mobil terlaris di kawasan tersebut.
Penurunan ini dikaitkan dengan lini produk yang mulai usang dan reaksi sebagian konsumen terhadap sikap Elon Musk yang dianggap kontroversial, terutama karena dukungannya terhadap politisi sayap kanan.
Sementara di Amerika Serikat, pasar EV juga diprediksi melemah dalam beberapa kuartal ke depan usai berakhirnya insentif pajak senilai $7.500 per 30 September 2025. Elon Musk sendiri menyebut bahwa Tesla kemungkinan akan menghadapi beberapa kuartal yang sulit jika permintaan di pasar domestik terus melemah.
Kondisi serupa terjadi di China, pasar EV terbesar dunia. Meski Tesla masih memiliki daya saing merek, harga produk barunya tetap jauh di atas kompetitor lokal seperti BYD dan Wuling, yang mendominasi pasar dengan mobil listrik mini berharga terjangkau.
Dengan harga yang belum sepenuhnya bisa mengimbangi para rival dari China dan Eropa, serta tantangan reputasi dan produk yang kian menua, Tesla perlu lebih dari sekadar strategi harga untuk kembali meraih posisi dominan di pasar kendaraan listrik Eropa. (ren)


as a preferred source on Google




