Jakarta (beritajatim.id) — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, MA, menyambut baik kesepakatan gencatan senjata tahap pertama antara kelompok pejuang Palestina dan Israel yang difasilitasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama sejumlah pemimpin negara Arab dan Islam.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (10/10), Hidayat menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah positif untuk mengakhiri konflik dan genosida yang terjadi di Gaza, Palestina. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat membuka akses bantuan kemanusiaan bagi para korban dan memaksa pasukan pendudukan Israel untuk menarik diri dari wilayah Gaza.
“Ini menunjukkan keteguhan perjuangan bangsa Palestina dalam mempertahankan tanah airnya guna mencapai cita-cita Palestina merdeka,” ujar Hidayat.
Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengapresiasi sikap HAMAS, yang menerima proposal tersebut dengan tujuan kemanusiaan, dan bersedia membebaskan para sandera sebagai bagian dari pertukaran dengan ribuan warga Palestina yang ditahan oleh Israel.
“Sikap ini menunjukkan bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina tetap mengedepankan kemaslahatan dan keselamatan bangsa, serta tidak tunduk pada tekanan penjajah, baik di medan tempur maupun di meja perundingan,” lanjutnya.
Desak Trump dan Negara Mediator Bertindak Tegas
Hidayat menegaskan bahwa keberhasilan tahap pertama kesepakatan ini harus dijamin oleh Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel. Ia meminta Presiden Trump untuk bersikap serius dan memainkan peran dominan dalam memastikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak kembali mengingkari perjanjian.
“Presiden Trump harus jujur dan sungguh-sungguh menjamin Israel patuh terhadap kesepakatan yang telah diterima oleh Hamas. Ini juga bisa menjadi warisan positif (legacy) Trump di Timur Tengah,” ujarnya.
Namun, Hidayat juga memperingatkan bahwa jika Israel kembali melanggar kesepakatan dan AS gagal menghentikannya, maka hal itu hanya akan mencoreng nama baik Presiden Trump di mata dunia.
“Kegagalan ini hanya akan membuat masyarakat dunia semakin muak terhadap kejahatan Israel yang terus berulang dan semakin dibenci oleh komunitas internasional,” tegasnya.
Peran Penting Negara Mediator
Selain Amerika Serikat, Hidayat juga menyerukan agar negara-negara mediator seperti Mesir, Qatar, dan Turki turut bertanggung jawab dalam mengawal pelaksanaan kesepakatan. Ia menekankan bahwa pihak pejuang Palestina telah terbukti konsisten menjalankan perjanjian yang mereka sepakati, seperti dalam kasus pembebasan Edan Alexander, tentara Israel yang sebelumnya ditahan oleh Hamas.
Hidayat juga menyoroti perbedaan sikap antara Hamas dan Israel dalam memperlakukan tahanan. Menurutnya, Hamas memperlakukan tahanan dengan nilai-nilai Islam dan kemanusiaan, berbeda dengan Israel yang sering melakukan pelanggaran terhadap tahanan Palestina, termasuk aktivis kemanusiaan.
Momentum Dukungan Global terhadap Palestina
Menutup pernyataannya, Hidayat berharap kesepakatan gencatan senjata ini menjadi titik balik menuju pembangunan kembali Gaza dan penguatan dukungan global terhadap kemerdekaan Palestina.
“Keteguhan rakyat Palestina telah menghasilkan gelombang dukungan internasional. Kini makin banyak negara yang mengakui Palestina sebagai negara merdeka,” ungkapnya.
Ia menilai kesepakatan ini akan semakin bermakna jika diikuti oleh realisasi negara Palestina yang benar-benar merdeka dan berdaulat penuh. (ris)


as a preferred source on Google




