Prabumulih (beritajatim.id) – PT Pertamina EP (PEP) Adera Field, bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra, membukukan hasil impresif dari penerapan inovasi Batch Drilling Onshore di Lapangan Benuang.
Realisasi produksi mencapai 3.388 barel minyak per hari (BOPD) dari empat sumur yang telah beroperasi, jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD.
Teknik pengeboran beberapa sumur dari satu lokasi yang sama (wellpad) ini terbukti menjadi pengungkit efisiensi yang signifikan. Metode ini berhasil menghemat biaya operasional hingga 15 persen atau setara dengan US$4,938 juta dan memangkas waktu pengeboran hingga 24 persen atau 66 hari lebih cepat dari jadwal normal.
“Penerapan Batch Drilling Onshore di Adera Field adalah bukti nyata bahwa inovasi dan efisiensi bisa berjalan beriringan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” tegas General Manager Zona 4 Pertamina, Djudjuwanto, dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi, Rabu (25/10).
Efisiensi Teknis Berdampak Langsung pada Produksi
Secara operasional, Batch Drilling memungkinkan peralatan pengeboran (rig) tidak perlu dibongkar-pasang saat pindah antar sumur, melainkan hanya digeser secara horizontal menggunakan sistem skidding. Efisiensi ini langsung terlihat pada capaian produksi rata-rata harian yang mencapai 1.552 BOPD.
“Realisasi produksi ini akan bertambah lagi di akhir Oktober seiring selesainya sumur kelima, yang saat ini telah memasuki tahap completion,” tambah Djudjuwanto. Keberhasilan ini menandakan bahwa Batch Drilling tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memberikan dampak nyata dan langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional.
Manfaat Berlapis: Dari Penghematan hingga Kelestarian Lingkungan
Selain dampak finansial dan kecepatan, inovasi ini memberikan manfaat berlapis. Di lokasi operasi yang seringkali menghadapi tantangan non-teknis, Batch Drilling berhasil meminimalkan gangguan.
Teknik ini mengurangi aktivitas alat berat, menghemat penggunaan air permukaan, dan memusatkan pengelolaan limbah pengeboran. Pendekatan ini dinilai lebih ramah lingkungan dan mempermudah pengawasan, terutama di area dengan banyak sumur yang berdekatan.
Cetak Biru untuk Transformasi Budaya Kerja
Lebih dari sekadar terobosan teknis, keberhasilan proyek ini juga mendorong transformasi budaya kerja internal. Kompleksitas proyek Batch Drilling mendorong tim untuk mengadopsi manajemen risiko yang lebih baik, membentuk budaya kerja yang adaptif, dan mengedepankan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong replicasi inovasi serupa di lapangan-lapangan lainnya. Langkah strategis ini diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan nilai keekonomian proyek dan akselerasi pencarian cadangan migas baru di dalam negeri. (ren/hdl)


as a preferred source on Google




