Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Puan Maharani Desak Pemerintah Pulihkan Korban Penipuan Pekerja Migran dan Buka Lapangan Kerja di Dalam Negeri

Puan Maharani Desak Pemerintah Pulihkan Korban Penipuan Pekerja Migran dan Buka Lapangan Kerja di Dalam Negeri

Hendra BrataHendra Brata News 30 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Puan Maharani
Puan Maharani

Jakarta (beritajatim.id) — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan pentingnya langkah pemulihan menyeluruh bagi para pekerja migran Indonesia korban penipuan daring di Kamboja.

Ia menilai, perlindungan pekerja migran tidak berhenti pada tahap evakuasi, tetapi harus berlanjut hingga pemulihan dan reintegrasi sosial di tanah air.

“Pemerintah perlu memastikan pemulihan fisik, mental, dan sosial bagi para korban begitu mereka tiba di Indonesia, serta membuka akses ke pelatihan kerja dan program pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Kamis (30/10/2025).

Perlindungan Pekerja Migran Harus Dibarengi Solusi Ekonomi

Puan menekankan bahwa proses reintegrasi sosial para korban tidak cukup hanya dengan pemulihan jangka pendek. Pemerintah, kata dia, harus memastikan korban memiliki akses terhadap lapangan kerja baru yang aman dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh membiarkan mereka kembali ke situasi yang sama tanpa arah. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata: program pelatihan, akses modal, dan penempatan kerja domestik yang menjamin kesejahteraan mereka,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Akar Masalah: Minimnya Lapangan Kerja Produktif di Dalam Negeri

Menurut Puan, maraknya kasus pekerja migran non-prosedural tidak bisa dilepaskan dari terbatasnya peluang kerja produktif di Indonesia. Kondisi ini mendorong banyak warga mencari peruntungan di luar negeri meski berisiko tinggi menjadi korban penipuan atau eksploitasi.

Baca Juga:  Musrenbang RSUD Dr. Soetomo Dibuka, Pj. Gubernur Adhy Ajak Fokus Tingkatkan Pelayanan

“Selama lapangan pekerjaan di dalam negeri belum cukup tersedia dan tidak memberikan rasa aman serta penghasilan yang layak, masyarakat kita akan terus mencari peluang di luar negeri meskipun risikonya tinggi,” jelasnya.

“Karena itu, kebijakan tenaga kerja harus dirancang sebagai bagian integral dari strategi kesejahteraan nasional.”

Puan mendorong pemerintah agar berfokus pada penciptaan lapangan kerja baru di sektor padat karya, ekonomi kreatif, dan industri digital, sehingga masyarakat memiliki alternatif pekerjaan yang layak tanpa harus meninggalkan tanah air.

DPR Siap Awasi dan Dorong Diplomasi Perlindungan Migran

Dalam pernyataannya, Puan juga memastikan DPR RI akan memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah, khususnya dalam menindak jaringan perekrut ilegal yang kerap menjerat masyarakat dengan janji pekerjaan palsu di luar negeri.

Selain itu, DPR akan mendorong perluasan diplomasi perlindungan pekerja migran, terutama melalui kerja sama bilateral dan multilateral di kawasan Asia Tenggara.

“Negara tidak boleh kalah dari sindikat yang memanfaatkan kesulitan ekonomi rakyat. Kita harus memastikan bahwa setiap warga negara memiliki hak atas pekerjaan yang aman, bermartabat, dan memberi harapan,” tegas Puan.

“Tugas negara adalah menciptakan ekosistem kerja yang melindungi, bukan mengeksploitasi,” imbuhnya.

Kasus penipuan daring terhadap pekerja migran Indonesia di Kamboja menjadi pengingat bahwa perlindungan tenaga kerja harus mencakup seluruh siklus migrasi — mulai dari pencegahan, penegakan hukum, hingga pemulihan dan pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga:  Khofifah Pastikan Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat Jatim 2026/2027 Masih Berlangsung, Kuota Belum Final

Seruan Puan Maharani ini diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun sistem perlindungan pekerja migran yang lebih manusiawi, terintegrasi, dan berkeadilan sosial. (hen)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
DPR RI pekerja migran indonesia Puan Maharani
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Kementerian Kehutanan bersama Polda Kaltim mengungkap dugaan peredaran kayu ilegal di Balikpapan dan menyita 1.205 batang kayu olahan.

Kementerian Kehutanan Ungkap Dugaan Peredaran Kayu Ilegal di Balikpapan, Ribuan Batang Kayu Disita

13 Juli 2026 News
Satlantas Polres Gresik mengawal darurat wanita yang hendak melahirkan ke RSUD Ibnu Sina. Berkat respons cepat polisi, ibu dan bayi selamat.

Aksi Heroik Satlantas Polres Gresik Kawal Wanita Hendak Melahirkan, Ibu dan Bayi Selamat di RSUD Ibnu Sina

13 Juli 2026 News
Komnas Perempuan

Komnas Perempuan Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kematian dr. Icha dan Dugaan Intimidasi Berbasis Gender

13 Juli 2026 News
Ribuan jamaah menghadiri Jatim Bersholawat bersama Khofifah dan Gus Iqdam di Surabaya. Acara diisi dzikir, sholawat, dan tausiyah penuh pesan keislaman.

Jatim Bersholawat Bersama Khofifah dan Gus Iqdam, Ribuan Jamaah Padati Jemur Wonosari Surabaya

13 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota menggelar Cangkru'an Kamtibmas bersama warga dan menyerahkan perlengkapan siskamling untuk memperkuat keamanan lingkungan.

Polres Mojokerto Kota Gandeng Warga Lewat Cangkru’an Kamtibmas, Bagikan Perlengkapan Siskamling

12 Juli 2026 News
Pemerintah meluncurkan Gernas RANA untuk memperkuat pelindungan anak di pesantren dan madrasah agar terbebas dari kekerasan fisik, seksual, psikis, dan digital.

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah dari Segala Bentuk Kekerasan

12 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Kementerian Kehutanan bersama Polda Kaltim mengungkap dugaan peredaran kayu ilegal di Balikpapan dan menyita 1.205 batang kayu olahan.

Kementerian Kehutanan Ungkap Dugaan Peredaran Kayu Ilegal di Balikpapan, Ribuan Batang Kayu Disita

13 Juli 2026
Berita Terbaru
Ribuan jamaah menghadiri Jatim Bersholawat bersama Khofifah dan Gus Iqdam di Surabaya. Acara diisi dzikir, sholawat, dan tausiyah penuh pesan keislaman.

Jatim Bersholawat Bersama Khofifah dan Gus Iqdam, Ribuan Jamaah Padati Jemur Wonosari Surabaya

13 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota menggelar Cangkru'an Kamtibmas bersama warga dan menyerahkan perlengkapan siskamling untuk memperkuat keamanan lingkungan.

Polres Mojokerto Kota Gandeng Warga Lewat Cangkru’an Kamtibmas, Bagikan Perlengkapan Siskamling

12 Juli 2026
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026
Pemerintah meluncurkan Gernas RANA untuk memperkuat pelindungan anak di pesantren dan madrasah agar terbebas dari kekerasan fisik, seksual, psikis, dan digital.

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah dari Segala Bentuk Kekerasan

12 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.