Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan proses penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung di berbagai daerah. Karena tahapan pendataan, verifikasi, dan penetapan belum selesai, jumlah calon siswa yang beredar saat ini dipastikan belum bersifat final.
Khofifah menjelaskan penjaringan dilakukan secara bertahap di 18 Sekolah Rakyat permanen dan 10 Sekolah Rakyat rintisan yang akan menerima peserta didik baru pada tahun ajaran mendatang. Proses tersebut melibatkan sumber daya manusia Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota untuk memastikan calon siswa yang memenuhi kriteria dapat terdata dengan baik.
Menurut Khofifah, pendampingan kepada keluarga calon peserta didik tidak hanya difokuskan pada pemenuhan persyaratan administrasi. Pemerintah daerah juga memberikan pemahaman menyeluruh mengenai sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat, termasuk pola pembelajaran, pembinaan karakter, pengasuhan, hingga berbagai fasilitas yang akan diperoleh siswa selama mengikuti pendidikan.
Ia menilai sosialisasi tersebut penting agar orang tua memahami konsep pendidikan Sekolah Rakyat secara utuh sebelum memutuskan anaknya mengikuti program yang diinisiasi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Sebagai bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kuota peserta didik, Kementerian Sosial RI turut menggelar kegiatan Open House Sekolah Rakyat. Melalui kegiatan ini, calon siswa beserta orang tua dapat melihat secara langsung proses belajar mengajar dan kehidupan di lingkungan sekolah berasrama, sekaligus menyaksikan perkembangan siswa pada Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi sejak 2025.
Khofifah menyebut kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Orang tua dapat mengetahui berbagai perubahan positif yang dialami peserta didik, mulai dari peningkatan kemampuan akademik, pembentukan karakter, hingga tumbuhnya rasa percaya diri. Pengalaman keluarga siswa angkatan sebelumnya juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan data calon siswa masih terus bergerak karena proses penjaringan di lapangan belum selesai. Setelah seluruh tahapan verifikasi rampung, pemerintah kabupaten/kota akan menetapkan secara resmi daftar peserta didik yang diterima di masing-masing Sekolah Rakyat.
Restu optimistis jumlah calon peserta didik akan terus bertambah seiring berjalannya proses sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat. Pemerintah menargetkan kuota siswa telah terpenuhi sebelum pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis, tes DNA, serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 17 Juli 2026.
Untuk Tahun Ajaran 2026/2027, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Jawa Timur ditargetkan berlangsung di 28 lokasi yang terdiri atas 18 Sekolah Rakyat permanen dan 10 Sekolah Rakyat rintisan. Total yang disiapkan mencapai 179 rombongan belajar dengan kapasitas 5.370 peserta didik, meliputi 1.680 siswa jenjang SD, 1.860 siswa SMP, dan 1.830 siswa SMA yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Di sisi lain, sepuluh Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi sejak tahun sebelumnya akan tetap melanjutkan proses pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kesepuluh sekolah tersebut berada di Lamongan, Ponorogo, Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Pamekasan, Bojonegoro, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Mojokerto dengan total 852 peserta didik yang telah mengikuti program.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan hingga saat ini belum ada penetapan resmi mengenai daftar calon siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah peserta didik yang nantinya diterima masih dapat berubah mengikuti hasil penjaringan, verifikasi administrasi, dan penetapan akhir yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari Dinas Sosial maupun pemerintah daerah agar memperoleh data yang akurat mengenai proses penerimaan Sekolah Rakyat. (hdl)


as a preferred source on Google




