Jakarta (beritajatim.id) — Pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi dengan negara-negara sekitar Palestina, terutama Yordania, terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono usai menghadiri pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Kerajaan Hasyimiyah Yordania, Raja Abdullah II ibn Al Hussein, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11).
Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia bersama sejumlah negara yang tergabung dalam kelompok yang kerap disebut Group of New York masih membahas langkah diplomatik dan keputusan akhir mengenai kemungkinan pengerahan pasukan tersebut. Seluruh proses, baik diplomasi maupun teknis, disebut masih dalam tahap koordinasi intensif.
Ia menilai kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ke Indonesia memiliki nilai strategis bagi hubungan kedua negara. Selain hubungan diplomatik yang selama ini terjalin baik, keduanya juga memiliki kedekatan personal. Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II disebut telah saling mengenal sejak muda, bahkan menjalin kerja sama militer saat Prabowo masih aktif berdinas di TNI.
Bahas Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan
Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Yordania membahas sejumlah agenda kerja sama strategis. Di sektor ekonomi, Raja Abdullah II dijadwalkan mengunjungi Danantara Indonesia untuk memperluas kerja sama, termasuk pembahasan komoditas fosfat.
Sementara di sektor pertahanan dan keamanan, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi melalui peningkatan pelatihan militer dan program kerja sama lainnya.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memainkan peran aktif dalam upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya di Palestina. (ris)


as a preferred source on Google




