Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»CEO Nvidia: China Memiliki Keunggulan Infrastruktur AI yang Membuat AS Tertinggal

CEO Nvidia: China Memiliki Keunggulan Infrastruktur AI yang Membuat AS Tertinggal

Haris DwiHaris Dwi Internasional 7 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Jensen Huang, CEO Nvidia
Jensen Huang, CEO Nvidia

Jakarta (beritajatim.id) – CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mengungkapkan bahwa China memiliki keunggulan infrastruktur yang signifikan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dibandingkan Amerika Serikat. Menurut Huang, faktor utama yang membuat China lebih unggul adalah kecepatan dan kapasitas dalam pembangunan infrastruktur, serta ketersediaan energi yang lebih besar.

Dalam wawancara dengan Presiden Center for Strategic and International Studies, John Hamre, pada akhir November lalu, Huang menjelaskan bahwa sementara AS masih memimpin dalam teknologi chip AI, China memiliki kemampuan untuk membangun proyek besar dengan kecepatan yang luar biasa.

“Jika Anda ingin membangun pusat data di AS, dari mulai pembangunan hingga berdirinya superkomputer AI, itu mungkin memakan waktu sekitar tiga tahun. Sementara di China, mereka bisa membangun rumah sakit dalam waktu satu akhir pekan,” kata Huang.

Keunggulan Infrastruktur dan Kapasitas Energi China

Huang juga mengungkapkan bahwa kecepatan pembangunan infrastruktur bukanlah satu-satunya keunggulan yang dimiliki China. Menurutnya, kapasitas energi China juga lebih unggul dibandingkan dengan AS, yang dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap perkembangan teknologi AI yang semakin pesat.

“China memiliki energi dua kali lipat dari yang kita miliki sebagai negara, padahal ekonomi kita lebih besar dari mereka. Ini tidak masuk akal bagi saya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kapasitas energi China terus berkembang pesat, sementara kapasitas energi AS cenderung stagnan.

Baca Juga:  Kemendiktisaintek Bahas Literasi dan Kebijakan AI di Konvensi AI Ready ASEAN 2025

Meskipun demikian, Huang tetap optimis dengan teknologi chip AI yang dikembangkan Nvidia. Ia menegaskan bahwa Nvidia berada “beberapa generasi lebih maju” dibandingkan China dalam hal teknologi chip yang mendukung permintaan terhadap AI dan proses manufaktur semikonduktor.

Waspadai Perkembangan Industri AI di China

Meskipun Nvidia berada di garis depan dalam pengembangan chip AI, Huang memperingatkan agar tidak ada yang meremehkan kemampuan manufaktur China. “Siapa pun yang berpikir China tidak bisa memproduksi dengan baik, mereka sedang melewatkan suatu hal besar,” kata Huang, menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI di China perlu diwaspadai.

Prediksi Huang sebelumnya tentang China yang dapat memenangkan perlombaan AI sempat mengguncang dunia teknologi, meskipun ia segera memperbarui pernyataannya dengan menyebut bahwa China hanya tertinggal “nanodetik” dari AS.

Terlepas dari itu, Huang tetap melihat masa depan Nvidia yang cerah, terutama dengan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendukung pengembalian pekerjaan manufaktur dan investasi di bidang AI.

Saat ini, banyak perusahaan teknologi besar, termasuk Nvidia, yang sedang menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun pusat data baru di AS. Menurut Raul Martynek, CEO DataBank, perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi besar untuk membangun pusat data, biaya rata-rata pembangunan pusat data mencapai sekitar $10 juta hingga $15 juta per megawatt (MW).

Pusat data yang lebih kecil biasanya membutuhkan sekitar 40 MW, yang berarti untuk memenuhi permintaan AI yang terus meningkat, AS diperkirakan akan membangun antara 5 hingga 7 gigawatt pusat data pada tahun depan. Total investasi ini diperkirakan akan mencapai $50 miliar hingga $105 miliar.

Baca Juga:  Tolak Rencana Israel Raya, Mahmoud Abbas: Mereka Lakukan Perang Genosida di Gaza!

Keunggulan China dalam hal infrastruktur dan kapasitas energi memang menjadi tantangan besar bagi AS, namun perkembangan pesat dalam teknologi chip dan investasi besar yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi di AS memberikan harapan bahwa AS masih memiliki peluang untuk mempertahankan posisi terdepan dalam kompetisi global ini. Meskipun demikian, seperti yang diungkapkan Huang, siapa pun yang meremehkan potensi manufaktur China dalam teknologi canggih dapat berisiko tertinggal jauh dalam perlombaan ini. (ris)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Artificial Intelligence Nvidia
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.