Jakarta (beritajatim.id) – Pergantian tahun identik dengan perayaan dan kebersamaan keluarga. Namun bagi ratusan Perwira Pertamina yang tergabung dalam Relawan Pertamina Peduli, malam tahun baru 2026 justru dimaknai dengan pengabdian di tengah masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hingga akhir 2025, Pertamina tercatat telah mengerahkan 452 relawan yang diberangkatkan dalam empat gelombang. Para relawan berasal dari berbagai unit di lingkungan Pertamina Group dan mendaftarkan diri secara sukarela, membawa keahlian yang beragam sesuai kebutuhan lapangan.
Di wilayah terdampak bencana, relawan Pertamina Peduli menjalankan misi kemanusiaan yang mencakup layanan medis, pemulihan trauma psikologis, pengelolaan dapur umum, distribusi pangan dan logistik, hingga pengeboran dan reaktivasi sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa peran relawan tidak hanya bersifat respons darurat, tetapi juga menyasar fase pemulihan yang lebih berkelanjutan.
Di tengah momentum malam pergantian tahun, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyapa para relawan yang bertugas di berbagai posko seperti Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, Pidie Jaya, Agam, dan Sibolga melalui pertemuan daring. Selain sebagai sarana koordinasi, interaksi virtual tersebut dimaknai sebagai upaya memperkuat mental dan menjaga semangat para Perwira yang bertugas jauh dari keluarga.
Menurut Arya Dwi Paramita, keterlibatan relawan dalam misi kemanusiaan ini mencerminkan identitas Perwira Pertamina yang mengedepankan pelayanan dengan empati. Pilihan untuk menghabiskan malam pergantian tahun di lokasi bencana dinilai sebagai wujud pengabdian yang melampaui kewajiban profesional, sekaligus memperkuat citra positif perusahaan di mata publik.
Kegiatan sapa relawan tersebut juga berdampak langsung bagi masyarakat terdampak. Di Posko Pertamina Peduli Pidie Jaya, misalnya, warga dan anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan melalui layar yang disediakan. Kehadiran relawan, meski secara virtual, memberikan hiburan sekaligus penguatan psikologis bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari bencana.
Lebih jauh, aksi Relawan Pertamina Peduli menegaskan kontribusi sosial perusahaan di luar peran utamanya sebagai penyedia energi nasional. Sejak awal bencana, Pertamina terlibat dalam penyediaan BBM untuk operasional alat berat pembuka akses wilayah terisolasi, dukungan avtur untuk proses evakuasi, hingga memastikan kelancaran distribusi logistik dan layanan kesehatan.
Di Aceh Tamiang, Koordinator Posko Pertamina Peduli, Rizal Utomo, menilai bahwa kebutuhan masyarakat mulai bergeser dari bantuan logistik dasar menuju penyediaan air bersih. Relawan Pertamina telah melakukan pengeboran dan reaktivasi sejumlah sumur, serta melanjutkan validasi data bersama pemerintah daerah untuk menentukan titik tambahan agar distribusi air bersih lebih merata. Keterlibatan relawan lokal juga mempermudah proses asesmen, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Selain fokus pada kebutuhan dasar, relawan Pertamina turut membersihkan fasilitas publik seperti puskesmas dan sekolah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan dan pendidikan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Di Pidie Jaya, relawan Dhila Amanda mencatat bahwa anak-anak terdampak bencana membutuhkan perlengkapan sekolah menjelang dimulainya kegiatan belajar. Banyak keluarga kehilangan seluruh harta benda akibat bencana, sehingga bantuan pendidikan menjadi kebutuhan mendesak.
Kegiatan sapa relawan kemudian ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh haru. Momen tersebut semakin sarat emosi setelah diterima kabar duka wafatnya salah satu orang tua relawan yang baru tiba untuk menjalankan misi kemanusiaan.
Secara keseluruhan, kehadiran Relawan Pertamina Peduli di malam pergantian tahun memperlihatkan bahwa solidaritas sosial dapat melampaui ruang dan waktu. Di saat sebagian besar masyarakat merayakan awal tahun baru, para relawan memilih berdiri di garis depan kemanusiaan, menegaskan bahwa makna pergantian tahun tidak selalu tentang perayaan, tetapi juga tentang pengabdian dan harapan bagi mereka yang terdampak musibah. (ren)







