Islamabad (beritajatim.id) – Sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka akibat banjir bandang yang dipicu fenomena cloudburst di sebuah desa di Distrik Swabi, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Senin (18/8/2025).
Deputy Commissioner Swabi, Nasrullah Khan, mengonfirmasi bahwa hujan ekstrem tersebut menghantam Desa Glori dan menyebabkan sedikitnya 15 rumah hancur.
“Banyak warga tertimbun reruntuhan atau terseret arus deras. Hingga saat ini, lebih dari 20 jenazah berhasil ditemukan,” ujar Nasrullah Khan.
Meski hujan telah reda, upaya evakuasi menghadapi kendala serius. Jalan menuju lokasi rusak berat sehingga memperlambat pergerakan tim penyelamat. Otoritas setempat telah mengerahkan bantuan tambahan dari distrik tetangga untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan.
Seorang relawan dari Alkhidmat Foundation mengungkapkan bahwa beberapa desa lain di wilayah Swabi juga terdampak banjir bandang. Minimnya fasilitas komunikasi membuat pendataan sulit dilakukan, bahkan sebagian tim penyelamat harus berjalan kaki menuju lokasi terdampak.
Sementara itu, Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan (NDMA) melaporkan bahwa sejak 26 Juni lalu, sedikitnya 660 orang meninggal dunia dan 935 lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian insiden terkait hujan deras di berbagai wilayah Pakistan.
Bencana ini kembali menyoroti rapuhnya infrastruktur penanggulangan bencana di Pakistan, terutama di daerah pegunungan yang rawan banjir bandang dan tanah longsor. Pemerintah setempat diimbau segera meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisasi korban pada musim hujan berikutnya. (hdl)


as a preferred source on Google




