Jember (beritajatim.id) – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, turut ambil bagian dalam upaya pemulihan pascabencana banjir di Kota Medan, Sumatera Utara.
Fokus utama kegiatan tersebut adalah membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana, sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Kegiatan Psychosocial Support Service (PSS) dan Layanan Kesehatan Terpadu dilaksanakan di dua lokasi terdampak banjir, yakni Masjid Al-Husna dan Masjid Al-Mahri, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, pada Sabtu. Program ini menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak, yang berpotensi mengalami trauma pascabencana.
Pemulihan Psikis Anak Pascabanjir
PMI Jember menerjunkan tim khusus PSS untuk mendampingi anak-anak korban banjir melalui pendekatan edukatif dan rekreatif. Kegiatan dirancang dengan metode bermain, bercerita, serta aktivitas ekspresif yang ringan agar mudah dipahami dan diterima anak-anak.
Sebanyak 28 anak mengikuti kegiatan tersebut dan mendapatkan edukasi mitigasi bencana secara menyenangkan. Melalui pendekatan ini, anak-anak diperkenalkan pada langkah-langkah dasar yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi rasa takut dan meningkatkan kesiapsiagaan.
Pendampingan psikososial ini diharapkan mampu membantu anak-anak melepaskan kecemasan akibat peristiwa banjir yang sebelumnya melanda wilayah mereka, serta menumbuhkan kembali rasa aman dan percaya diri.
Dorong Anak Kembali Beraktivitas Normal
Selain pemulihan mental, kegiatan PSS juga bertujuan memotivasi anak-anak agar kembali bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk kembali ke sekolah. PMI menilai pemulihan psikologis menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana, seiring dengan upaya pemenuhan kebutuhan fisik.
Dengan kondisi mental yang lebih stabil, anak-anak diharapkan tidak lagi terbayang trauma bencana dan dapat fokus menatap masa depan mereka.
Layanan Kesehatan untuk Warga Dewasa
Di sela kegiatan pendampingan anak, PMI juga membuka layanan kesehatan gratis bagi warga dewasa di lokasi terdampak. Layanan ini melibatkan tenaga medis dan relawan Korps Sukarela (KSR) PMI yang memiliki latar belakang kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada pencegahan penyakit yang umum muncul pascabencana banjir, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, hingga demam berdarah. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko wabah penyakit di lingkungan terdampak.
Komitmen PMI dalam Penanganan Pascabencana
Kegiatan di Medan ini menjadi bagian dari komitmen PMI dalam memberikan layanan kemanusiaan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek tanggap darurat, tetapi juga pemulihan psikososial dan kesehatan masyarakat. Kehadiran relawan lintas daerah seperti PMI Jember menunjukkan semangat solidaritas dan gotong royong dalam penanganan bencana di Indonesia.
PMI berharap, melalui pendampingan berkelanjutan, masyarakat terdampak banjir di Medan dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. (ris)


as a preferred source on Google




