Surabaya (beritajatim.id) – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali melaksanakan program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 dengan menerjunkan ratusan mahasiswa ke berbagai daerah. Pada pelaksanaan kali ini, Kabupaten Madiun menjadi salah satu lokasi pengabdian. Sebanyak 390 mahasiswa lintas program studi secara resmi dilepas dalam upacara yang digelar di Pendopo Ronggo Djoemeno, Selasa (6/1/2026).
Ratusan mahasiswa tersebut akan menjalani rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat hingga Senin (2/2/2026). Selama kurang lebih satu bulan, mereka akan tersebar di empat kecamatan dan 37 desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi BBK di Kabupaten Madiun. Program ini dirancang untuk mendorong kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Fokus Pengabdian Berbasis SDGs
Dalam kegiatan pelepasan tersebut, hadir perwakilan Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, dr Astri Dewayani PhD. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat melalui BBK harus memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa.
“Mahasiswa tidak hanya datang, melaksanakan kegiatan, lalu selesai. Harus ada manfaat yang bisa dilanjutkan masyarakat, sekaligus memberi dampak nyata bagi daerah sejalan dengan SDGs,” ujar Astri.
Pada BBK ke-7 ini, UNAIR memfokuskan program pengabdian pada enam poin SDGs, yakni SDGs 1 tentang tanpa kemiskinan, SDGs 4 pendidikan berkualitas, SDGs 6 air bersih dan sanitasi layak, SDGs 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 9 industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs 10 berkurangnya ketimpangan.
Astri menyampaikan bahwa fokus tersebut sejalan dengan capaian UNAIR yang berhasil meraih peringkat pertama dunia pada SDGs poin 6 terkait sanitasi. Selain itu, luaran BBK kali ini tidak hanya berupa artikel dan video, tetapi juga sebuah buku aksi yang memuat hasil program mahasiswa selama pengabdian.
Ke depan, desa-desa lokasi BBK juga berpotensi dikembangkan menjadi desa binaan sebagai bentuk pengabdian masyarakat lanjutan oleh dosen UNAIR. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga membumi dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan di masyarakat,” tambah Astri.
Bupati Harapkan Rekomendasi untuk Daerah
Sementara itu, Bupati Kabupaten Madiun, H. Hari Wuryanto SH MAk, menyambut baik kehadiran mahasiswa BBK UNAIR. Ia mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Madiun dan Universitas Airlangga, serta menilai BBK sebagai implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi bagi Kabupaten Madiun. Selama satu bulan, pelajari desa dengan sungguh-sungguh agar bisa memberi masukan menuju desa yang mandiri,” tuturnya.
Hari menambahkan bahwa visi Kabupaten Madiun, yakni bersahaja (bersih, sehat, dan sejahtera), selaras dengan semangat BBK UNAIR, khususnya dalam aspek kesehatan masyarakat dan sanitasi. Ia berharap rekomendasi dan gagasan mahasiswa dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kontribusi pokok-pokok pikiran dari mahasiswa sangat kami harapkan agar pemerintah daerah bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati Madiun secara resmi menerima kehadiran mahasiswa BBK ke-7 UNAIR di wilayahnya. Ia berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan tugas dengan baik sebagai wujud pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. “Selamat dan sukses untuk semuanya.” (ris)


as a preferred source on Google




