Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Politik»Kreativitas Gen Z dalam Demonstrasi: Dari Poster Satir hingga Aksi Digital di Media Sosial

Kreativitas Gen Z dalam Demonstrasi: Dari Poster Satir hingga Aksi Digital di Media Sosial

Ade MSGAde MSG Politik 14 September 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Dr Aribowo Drs MS
Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Dr Aribowo Drs MS

Surabaya (beritajatim.id) – Aksi demonstrasi yang digerakkan oleh generasi Z (Gen Z) belakangan ini menarik perhatian publik. Berbeda dari pendekatan tradisional, Gen Z menyuarakan keresahan sosial mereka dengan cara yang kreatif dan unik. Poster berisi kalimat satir, meme jenaka, hingga video singkat di media sosial menjadi bagian dari strategi mereka dalam menyampaikan aspirasi.

Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga, Dr Aribowo Drs MS, menilai bahwa keterlibatan generasi muda dalam gerakan sosial bukanlah fenomena baru. Menurutnya, generasi muda selalu menjadi bagian penting dalam perubahan sosial karena kepekaan mereka terhadap isu-isu ketidakadilan.

“Aksi demonstrasi itu memang sebagian besar pesertanya generasi muda. Entah masih sekolah, kuliah, atau bahkan sudah bekerja. Sejak zaman Hindia Belanda pun, yang melawan pemerintah adalah generasi muda,” ujar Aribowo.

Seni dan Aksi Sosial: Warisan Kreativitas yang Terus Berkembang

Lebih lanjut, Aribowo menjelaskan bahwa penggunaan elemen seni dalam gerakan sosial telah ada sejak lama. Konsep happening art yang muncul pada 1950-an di Amerika Serikat kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pada dekade 1980–1990-an, seni rupa, teater, dan sastra mulai digunakan sebagai medium perlawanan terhadap ketimpangan sosial, termasuk dalam gerakan mahasiswa menjelang reformasi 1998.

“Happening art adalah peristiwa kesenian yang mengangkat realitas masyarakat menjadi bentuk perlawanan. Bentuknya bisa berupa seni rupa, teater, atau ekspresi budaya lainnya,” jelas Aribowo.

Baca Juga:  Koalisi Perempuan Indonesia Serukan Pelaporan Kekerasan Berbasis Gender ke Bawaslu

Media Sosial: Panggung Baru Perlawanan Gen Z

Salah satu kekuatan utama Gen Z dalam mengorganisir demonstrasi terletak pada kemahiran mereka menggunakan media sosial. Platform seperti Instagram, TikTok, hingga X (sebelumnya Twitter) menjadi alat penting untuk menyebarkan informasi, membangun solidaritas, hingga menciptakan tekanan publik.

“Media sosial menjadi instrumen penting untuk membicarakan keresahan, ketimpangan, dan ketidakadilan, baik di tingkat lokal maupun global. Di sana pula perlawanan terhadap pejabat, pemerintah, hingga negara dirumuskan,” ungkap Aribowo.

Meskipun dibalut dalam kemasan kreatif, Aribowo menekankan bahwa aksi Gen Z tetaplah serius. Berbeda dari demonstrasi konvensional, gerakan mereka kini lebih terstruktur—dengan strategi komunikasi, siaran pers, jaringan advokasi hukum, dan kampanye daring yang terorganisir.

Gerakan Sosial Lahir dari Masalah Nyata

Aribowo menegaskan bahwa kreativitas dan media sosial tidak akan cukup tanpa adanya realitas sosial yang menjadi latar belakang aksi. Ketidakadilan, deprivasi, serta kesenjangan ekonomi dan sosial menjadi pemicu utama munculnya gerakan sosial di kalangan anak muda.

“Gerakan sosial tidak pernah tumbuh dalam ruang kosong. Ia selalu berakar pada sistem sosial yang ada. Basis sosial dan ideologi sangat penting agar sebuah gerakan bisa berkembang dan terkomunikasikan dengan baik,” pungkasnya.

Aksi demonstrasi Gen Z menandai babak baru dalam sejarah gerakan sosial di Indonesia. Dengan memadukan kreativitas seni, kecakapan digital, dan kepedulian sosial, generasi ini mampu menyuarakan keresahan publik dengan cara yang relevan di era sekarang. Mereka bukan hanya turun ke jalan, tetapi juga menciptakan ruang perlawanan baru yang lebih luas, inklusif, dan berdampak. (rio)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
demonstrasi Gen Z media sosial Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026 News
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026 Politik
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026 Pendidikan
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026 Politik
Axellea Pramestika Hasanah

Pilih Kuliah Vokasi demi Siap Kerja, Instruktur Renang Ini Mantap Bidik D3 Bahasa Inggris UNAIR

28 Juni 2026 Pendidikan
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan: Indonesia Harus Tinggalkan Politik Elektabilitas dan Utamakan Integritas Pemimpin

25 Juni 2026 Politik
Leave A Reply Cancel Reply

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro memperkuat kolaborasi pencegahan stunting melalui edukasi protein hewani, skrining, dan pendampingan masyarakat.

FKH UNAIR dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Edukasi Protein Hewani Berbasis Data

8 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.