Pasuruan (beritajatim.id) – Upaya pemulihan lahan kritis dan mitigasi bencana terus digencarkan di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 4.000 pohon ditanam dalam aksi tanam dan pelihara pohon di lahan rawan tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi.
Kegiatan ini melibatkan masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, DPRD, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pegiat lingkungan, Perhutani, TNI, Polri, hingga sektor swasta. Kolaborasi lintas sektor tersebut difokuskan pada kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap pergerakan tanah.
Kawasan Rawan Tanah Gerak
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, menjelaskan bahwa berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur, kawasan Sempu tergolong rawan tanah gerak. Kondisi ini menuntut langkah mitigasi yang konkret dan berkelanjutan.
Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 26 hektare lahan kritis di wilayah tersebut. Penanaman ribuan pohon menjadi salah satu strategi untuk memperkuat struktur tanah sekaligus mengurangi potensi longsor dan kerusakan lingkungan.
Syaifudin menekankan bahwa gerakan ini tidak berhenti pada penanaman semata, melainkan juga mencakup pemeliharaan agar pohon dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang, termasuk nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Rehabilitasi Berkelanjutan
Administratur Perhutani KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto, menyampaikan bahwa rehabilitasi lahan kritis akan terus dilaksanakan secara bertahap. Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi faktor kunci keberhasilan pemulihan kawasan hutan dan lahan perlindungan tersebut.
Kawasan Sempu, lanjut Ivan, memiliki fungsi penting sebagai area perlindungan yang berperan menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana alam. Karena itu, penanaman pohon menjadi langkah utama dalam memperbaiki kondisi ekosistem yang telah terdegradasi.
Dunia Usaha Turut Berkontribusi
Partisipasi sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam aksi ini. Perwakilan perusahaan, Syaiful, menyebut keterlibatan dunia usaha sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Kawasan tersebut diketahui menjadi salah satu sumber air yang turut dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan institusi dalam kegiatan ini memperlihatkan pendekatan gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana.
Mitigasi Bencana Berbasis Kolaborasi
Penanaman 4.000 pohon di Dusun Sempu diharapkan menjadi langkah awal dari gerakan rehabilitasi yang lebih luas di Kabupaten Pasuruan. Selain memperbaiki tutupan lahan, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Dengan kondisi geografis yang rawan tanah gerak, penguatan vegetasi dinilai sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Pemkab Pasuruan memastikan program rehabilitasi lahan kritis akan terus dilanjutkan melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan. (adi)


as a preferred source on Google




