Surabaya (beritajatim.id) – Memasuki bulan Ramadan, pertanyaan mengenai batas akhir sahur kembali ramai diperbincangkan. Salah satu yang paling sering muncul adalah apakah seseorang masih diperbolehkan makan atau minum ketika azan Subuh sudah berkumandang.
Dalam ajaran Islam, sahur merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menyebut adanya keberkahan dalam sahur sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Di Indonesia, masyarakat mengenal istilah imsak sebagai penanda bahwa waktu Subuh sudah dekat. Secara praktik, imsak dijadikan pengingat agar umat Islam segera menyelesaikan makan dan minum sebelum memasuki waktu puasa.
Mengacu pada penjelasan NU Online, umat Islam dianjurkan untuk mengakhirkan sahur, yakni mendekati waktu Subuh. Hal ini didasarkan pada riwayat Imam Bukhari yang menggambarkan jarak antara Rasulullah SAW selesai sahur dan pelaksanaan salat Subuh sekitar waktu membaca 50 ayat Al-Qur’an, yang diperkirakan kurang lebih 10 menit.
Dengan demikian, imsak bukanlah batas mutlak haram makan, melainkan peringatan agar lebih berhati-hati sebelum masuknya waktu Subuh.
Sebagian masyarakat merujuk pada hadis riwayat Abu Daud yang menyebutkan bahwa apabila seseorang mendengar panggilan azan sementara makanan masih di tangannya, maka ia boleh menyelesaikan hajatnya.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa konteks hadis tersebut berkaitan dengan azan pertama sebelum terbit fajar. Pada masa Rasulullah SAW, terdapat dua kali azan Subuh: azan pertama sebagai pengingat dan azan kedua sebagai tanda masuknya waktu Subuh.
Ketika azan kedua telah dikumandangkan dan fajar sudah terbit, maka waktu sahur dinyatakan berakhir. Artinya, jika seseorang tetap makan atau minum setelah masuk waktu Subuh, puasanya dapat batal.
Karena itu, penting memastikan jadwal Subuh yang akurat dan menyelesaikan sahur sebelum waktu tersebut tiba.
Agar tidak melewati batas waktu sahur, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan:
- Tidur lebih awal agar tubuh cukup istirahat dan mudah bangun.
- Menyiapkan menu sahur sejak malam hari untuk menghindari keterlambatan.
- Memasang alarm atau meminta bantuan keluarga untuk saling membangunkan.
- Memastikan jadwal imsak dan Subuh sesuai dengan wilayah tempat tinggal.
Memahami batas waktu sahur bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah puasa. Dengan persiapan yang baik, sahur dapat dijalani dengan tenang dan penuh keberkahan. (aga)


as a preferred source on Google




