Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»Mengapa Kebangkitan Harga Emas Saat Ini Menyimpan ‘Bom Waktu’ bagi Investor

Mengapa Kebangkitan Harga Emas Saat Ini Menyimpan ‘Bom Waktu’ bagi Investor

Haris DwiHaris Dwi Ekonomi 25 Maret 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Angin segar seolah kembali berembus di pasar komoditas global. Setelah babak belur mengalami koreksi tajam hingga 15 persen selama sembilan hari berturut-turut, harga emas dunia terpantau kembali terbang. Namun, di balik kilau kebangkitan tersebut, para analis justru mencium aroma bahaya yang makin pekat bagi para investor yang terlampau reaktif melakukan aksi beli.

Berdasarkan data Refinitiv pada Rabu (25/3/2026) pagi WIB, harga sang logam mulia merangkak naik 0,69 persen menyentuh level US$ 4.504,49 per troy ons. Secara kasat mata, lompatan ini dipicu oleh secercah harapan dari titik panas geopolitik Timur Tengah. Klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya kemajuan negosiasi 15 poin untuk mengakhiri konflik dengan Iran menjadi katalis utama pendorong harga.

Meski demikian, euforia sesaat ini dinilai sangat rapuh dan berpotensi menjadi jebakan (bull trap). Pasalnya, fondasi kenaikan ini bertumpu pada klaim sepihak. Pihak Teheran hingga detik ini masih membantah keras adanya perundingan damai dengan Washington.

Titik bahayanya terletak pada skenario terburuk geopolitik. Jika diplomasi ini terbukti hanya ilusi dan konflik di Selat Hormuz terus memanas, krisis rantai pasok energi global tidak akan terhindarkan. Lonjakan harga minyak dunia otomatis akan memantik kembali badai inflasi. Dalam kondisi ini, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dipastikan enggan melonggarkan kebijakan moneter.

Baca Juga:  LPS Jamin Rp2 Miliar, Gen Z Sidoarjo Langsung Cek Rekening yang Saldonya Receh

Suku bunga yang ditahan pada level tinggi adalah musuh alami emas. Mengingat emas tidak memberikan imbal hasil (yield), statusnya sebagai aset safe haven akan kalah menarik dibandingkan instrumen lindung nilai lain seperti obligasi pemerintah AS.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, memperingatkan bahwa emas diproyeksikan masih berada di bawah tekanan berat sepanjang kuartal kedua tahun ini. Ayunan harga yang sangat ekstrem membuktikan bahwa pasar sedang kehilangan rasionalitasnya.

Oleh karena itu, pelaku pasar diimbau untuk tidak gegabah tergiur oleh pantulan harga jangka pendek ini. Ketidakpastian geopolitik dan bayang-bayang kebijakan The Fed membuat posisi emas saat ini sangat berisiko tinggi bagi portofolio investasi tanpa perhitungan matang.

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
ekonomi global emas Investasi Komoditas The Fed Timur Tengah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026 Ekonomi
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026 Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 6 Juli 2026 Stagnan

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan untuk menjaga inflasi, memperkuat daya beli, membantu warga rentan, dan mendukung UMKM.

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-81 di Pasuruan, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong UMKM Lokal

6 Juli 2026 Ekonomi
Gubernur Khofifah menggelar Pasar Murah di Banyuwangi untuk mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pelaku UMKM.

Gubernur Khofifah Perluas Pasar Murah hingga Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat

4 Juli 2026 Ekonomi
Suasana pemakaman Ali Khamenei

Pemakaman Akbar Ali Khamenei Jadi Sorotan Dunia, Cerminkan Arah Diplomasi Baru Iran Pascakonflik Timur Tengah

4 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp8.000, Buyback Melesat Rp16.000

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.