Surabaya (beritajatim.id) – Mimpi masa kecil untuk menjadi dokter akhirnya terwujud bagi Rosa, siswa asal Solo yang berhasil mengamankan Golden Ticket Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2026. Ia diterima melalui jalur prestasi setelah meraih posisi terbaik pertama dalam ajang Olimpiade Sains Airlangga (OSA) kategori Saintek, mengungguli ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Prestasi tersebut menjadi sorotan karena Fakultas Kedokteran UNAIR dikenal sebagai salah satu yang paling kompetitif di Indonesia. Dari hampir 4.000 peserta yang mengikuti OSA, Rosa mampu menempatkan diri di posisi puncak meski mengaku mengikuti kompetisi tanpa persiapan intensif.
Keikutsertaannya dalam OSA bermula dari keputusan spontan pada akhir 2025. Di tengah jadwal ujian sekolah yang padat, Rosa tetap mencoba peruntungannya tanpa ekspektasi tinggi. Hasil yang diraih justru melampaui perkiraan, sekaligus membuka jalan menuju salah satu fakultas kedokteran terbaik di Tanah Air.
Rosa sempat meragukan hasil yang ia capai ketika pertama kali dihubungi oleh panitia penerimaan mahasiswa baru UNAIR. Namun setelah mendapat kepastian, ia mulai mempersiapkan diri secara serius untuk melanjutkan proses seleksi melalui jalur Golden Ticket.
Keputusan memilih UNAIR tidak diambil secara instan. Rosa melakukan riset mendalam terkait peluang masuk perguruan tinggi, termasuk mempertimbangkan jalur prestasi sebagai strategi utama. Informasi dari alumni sekolahnya yang lebih dulu diterima di lingkungan UNAIR menjadi referensi penting dalam menyusun langkah.
Ia mengikuti seluruh tahapan yang disyaratkan, mulai dari kompetisi OSA hingga menghadiri Airlangga Education Expo. Selain itu, Rosa juga melengkapi portofolio dengan berbagai sertifikat prestasi akademik yang didukung rekomendasi dari pihak sekolah.
Strategi tersebut terbukti efektif. Rosa bahkan menjadi siswa pertama dari sekolahnya yang berhasil menembus Fakultas Kedokteran UNAIR melalui jalur Golden Ticket, sebuah pencapaian yang memperkuat peluang jalur prestasi sebagai alternatif seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Momen penerimaan menjadi titik emosional tersendiri. Setelah sempat menunggu tanpa kepastian, Rosa akhirnya menerima kabar resmi dari pihak kampus dan langsung berangkat ke Surabaya untuk mengikuti proses pengukuhan.
Kini, menjelang masa perkuliahan, Rosa mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan tambahan, termasuk kemampuan bahasa asing dan pencarian informasi beasiswa. Ia juga menantikan masa orientasi mahasiswa baru sebagai langkah awal beradaptasi di lingkungan kampus.
Baginya, keberhasilan masuk Fakultas Kedokteran UNAIR bukan sekadar prestise, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang menuju cita-cita, didukung oleh lingkungan yang dinilai sesuai dengan latar belakang budaya dan kedekatan geografis dengan daerah asalnya.
Capaian Rosa menjadi inspirasi bagi pelajar lain bahwa jalur prestasi dapat menjadi pintu masuk strategis menuju pendidikan tinggi unggulan, sekaligus membuktikan bahwa peluang besar bisa datang dari langkah sederhana yang dijalani dengan konsisten. (rio)


as a preferred source on Google



