Angeles City (beritajatim.id) – Sedikitnya 26 orang berhasil diselamatkan setelah sebuah gedung sembilan lantai yang masih dalam tahap konstruksi ambruk di Angeles City, Minggu (24/5/2026) dini hari waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi di Provinsi Pampanga, wilayah utara Philippines, dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran oleh tim tanggap darurat setempat.
Kantor Disaster Risk Reduction and Management Office (DRRMO) Angeles City melaporkan sebanyak 24 orang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang roboh. Sementara dua korban lainnya diselamatkan dari sebuah apartemen hotel di sekitar lokasi yang turut terdampak akibat runtuhnya bangunan tersebut.
Petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya korban lain yang terjebak di bawah material bangunan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi struktur bangunan yang belum stabil dan risiko runtuhan susulan masih cukup tinggi.
Sebelumnya, laporan awal menyebutkan sedikitnya 30 orang diduga terjebak saat gedung yang masih dalam tahap pembangunan itu tiba-tiba runtuh. Hingga kini, otoritas setempat belum merilis jumlah pasti korban luka maupun penyebab ambruknya bangunan.
Tim penyelamat, aparat keamanan, dan petugas medis masih disiagakan di lokasi kejadian untuk mempercepat proses pencarian serta penanganan korban. Area sekitar lokasi juga telah dipasang garis pengaman guna menghindari risiko bagi warga dan pengguna jalan.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik di Filipina karena terjadi di kawasan perkotaan padat aktivitas. Pemerintah daerah Angeles City disebut akan melakukan investigasi menyeluruh terkait standar keamanan konstruksi dan dugaan kelalaian dalam proyek pembangunan gedung tersebut.
Sejumlah saksi mata mengaku mendengar suara keras sebelum bangunan roboh dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Material bangunan dilaporkan menimpa sebagian area bangunan di sekitarnya, termasuk sebuah apartemen hotel yang berada tidak jauh dari proyek konstruksi tersebut.
Hingga Minggu siang, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan alat berat dan tim penyelamat khusus. (hdl)


as a preferred source on Google



