Surabaya (beritajatim.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendukung pengembangan program Inkubator Bisnis bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai strategi membangun kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan keluarga pekerja migran, mulai dari sebelum keberangkatan hingga setelah kembali ke Indonesia.
Dukungan tersebut disampaikan Emil saat menerima perwakilan Lembaga Inkubator Bisnis PMI di kediamannya di Surabaya, Jumat (26/6). Menurutnya, pekerja migran selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional sebagai penyumbang devisa sehingga perlu memperoleh pendampingan yang berkelanjutan, bukan hanya saat bekerja di luar negeri, tetapi juga ketika kembali ke daerah asal.
Emil menilai program inkubator bisnis memiliki pendekatan yang berbeda dibanding inkubator usaha pada umumnya. Program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan berwirausaha, tetapi juga menyiapkan pola pikir serta pendampingan sosial agar para pekerja migran mampu membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri setelah masa kerja di luar negeri berakhir.
Ia menjelaskan, tahapan pertama program difokuskan pada pembentukan mindset kewirausahaan sebelum calon pekerja migran berangkat ke negara tujuan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan memiliki target yang jelas bahwa bekerja di luar negeri merupakan langkah mengumpulkan modal untuk membangun usaha di Indonesia.
Selain itu, bagi pekerja migran yang tetap ingin melanjutkan karier di luar negeri, program tersebut juga mendorong pengembangan usaha yang dapat dijalankan bersama keluarga di tanah air sehingga sumber pendapatan tidak hanya bergantung pada pekerjaan di luar negeri.
Menurut Emil, aspek sosial keluarga juga menjadi perhatian utama dalam program inkubator bisnis PMI. Berdasarkan berbagai pengalaman pendampingan, persoalan rumah tangga kerap memengaruhi keberlangsungan usaha maupun keputusan pekerja migran untuk kembali bekerja ke luar negeri.
Karena itu, pendampingan tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga membantu keluarga pekerja migran mengambil keputusan yang tepat demi menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus memperkuat kondisi ekonomi keluarga.
Setelah pekerja migran kembali ke Jawa Timur, pendampingan akan dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah. Di antaranya Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial yang akan bersinergi dengan Lembaga Inkubator Bisnis PMI.
Kolaborasi tersebut dirancang agar para pekerja migran memperoleh pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan kewirausahaan hingga pengembangan usaha yang telah dirintis.
Emil menjelaskan, kurikulum inkubasi disusun secara bertahap. Pada tahap awal peserta akan dibekali materi mengenai pola pikir kewirausahaan, penyusunan model bisnis, identifikasi peluang usaha, riset pasar, dan analisis pelanggan.
Tahapan berikutnya berfokus pada strategi pengembangan usaha, mulai dari branding, pemasaran digital melalui media sosial, pengelolaan keuangan, penentuan harga produk, hingga strategi penjualan.
Selanjutnya peserta akan mendapatkan materi mengenai legalitas usaha, perizinan, manajemen operasional, pengembangan jejaring bisnis, hingga penyusunan proposal usaha agar mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Menurut Emil, pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan motivasi para pekerja migran untuk menjadi pelaku usaha setelah kembali ke Indonesia. Dengan demikian, pengalaman bekerja di luar negeri tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga menjadi modal membangun UMKM yang lebih produktif.
Ia juga menyoroti fakta bahwa sekitar 80 persen pekerja migran Indonesia berasal dari kalangan perempuan. Karena itu, peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Sosial dinilai sangat penting dalam memberikan pendampingan, termasuk konsultasi bagi pekerja migran dan keluarganya dalam menentukan pilihan untuk kembali bekerja di luar negeri atau mengembangkan usaha di daerah asal.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap program Inkubator Bisnis PMI mampu melahirkan lebih banyak wirausaha baru dari kalangan pekerja migran sekaligus memperkuat ekonomi keluarga, mengurangi ketergantungan bekerja di luar negeri, dan mendorong tumbuhnya UMKM yang berdaya saing di daerah. (hdl)


as a preferred source on Google




