Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»WHO Tinjau Imunisasi Campak Rubela di Sumenep, Capaian Sudah 70 Persen

WHO Tinjau Imunisasi Campak Rubela di Sumenep, Capaian Sudah 70 Persen

Temmy PTemmy P News 11 September 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Proses imunisasi massal Campak Rubela di Sumenep. [Temmy/Beritajatim.com]
Proses imunisasi massal Campak Rubela di Sumenep. [Temmy/Beritajatim.com]

Sumenep – Perwakilan World Health Organization (WHO), Dr. Chavia, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumenep, Madura, untuk memantau langsung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal Campak Rubela.

Rombongan diterima Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, di rumah dinasnya di Jl. Dr Cipto, didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB), serta instansi terkait.

Kunjungan Ketiga WHO ke Sumenep

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan ini merupakan kunjungan ketiga WHO ke Sumenep. Tim internasional itu juga dijadwalkan melakukan evaluasi bersama kepala puskesmas.

“Tim dari WHO ini akan menilai capaian imunisasi serentak yang sudah dilakukan. Selain itu, juga mengevaluasi strategi yang digunakan untuk percepatan penuntasan imunisasi campak,” jelas Syamsuri, Rabu (10/9/2025).

Capaian Imunisasi Sudah 70,3 Persen

Berdasarkan data Dinkes P2KB Sumenep, hingga hari ke-13 pelaksanaan ORI, Selasa (9/9/2025), sebanyak 51.990 anak telah diimunisasi atau mencapai 70,3 persen dari total sasaran 73.969 anak.

Untuk usia 9-12 bulan, dari 3.404 sasaran baru 2.111 anak atau 62,0 persen yang sudah diimunisasi. Pada usia 12-47 bulan, dari 31.237 sasaran, sebanyak 19.254 anak atau 61,6 persen sudah divaksin.

Sementara itu, usia 4-6 tahun mencapai 76,9 persen dengan 20.219 anak dari 26.308 sasaran. Sedangkan usia 7 tahun mencatat cakupan 80,0 persen dengan 10.415 anak dari 13.020 sasaran.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Kukuhkan 2.000 Anggota PMR dan PMI Jelang Hari Relawan Sedunia

ORI dilaksanakan serentak di 26 puskesmas. Puskesmas Giligenting mencatat capaian tertinggi dengan 91,4 persen atau 1.431 anak dari 1.565 sasaran. Sebaliknya, Puskesmas Dungkek menjadi yang terendah dengan 36,5 persen atau 863 anak dari 2.362 sasaran.

Libatkan Tokoh Agama dan Ormas

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menegaskan keterlibatan tokoh agama, masyarakat, serta organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah sangat penting untuk mempercepat capaian.

“Perannya adalah ikut membantu mensosialisasikan, mengedukasi, dan meyakinkan masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak,” ujarnya.

Ia juga menyebut tim WHO menanyakan status halal-haram vaksin campak. “Masyarakat tidak perlu ragu atau khawatir terhadap status vaksin campak. Kami bersama MUI ikut mensosialisasikan imunisasi campak ini agar masyarakat tidak lagi was-was,” tambahnya.

Dinkes Pastikan Koordinasi dan Ketersediaan Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan sosialisasi. Selain itu, ketersediaan vaksin dan logistik kesehatan dipastikan memadai.

“Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan campak sangat penting. Selain itu yang harus diperhatikan adalah penataan fasilitas kesehatan untuk menjamin adanya ruang isolasi bagi pasien campak,” ujarnya.

Ellya menambahkan, pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui survei epidemiologi dan analisis data kasus sebagai langkah memperkuat pencegahan penyebaran campak di Sumenep. [tem/ian]

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Dinkes Sumenep imunisasi campak rubela kesehatan Madura vaksinasi anak WHO Sumenep
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026 News
Wamenhut meluncurkan dokumen status keanekaragaman hayati Indonesia sebagai acuan IBSAP 2025–2045 untuk mendukung konservasi berbasis data.

Wamenhut Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Jadi Acuan IBSAP 2025–2045 dan Target SDGs

21 Juli 2026 News
Polsek Kedunggalar berhasil memadamkan kebakaran lahan di Ngawi usai menerima laporan melalui Call Center 110. Polisi mengimbau warga waspada selama musim kemarau.

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Kedunggalar Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Ngawi Sebelum Meluas

21 Juli 2026 News
Satlantas Polres Malang mengedukasi 1.250 pelajar SMAN 1 Sumberpucung tentang keselamatan berkendara dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Satlantas Polres Malang Edukasi 1.250 Pelajar SMAN 1 Sumberpucung, Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

21 Juli 2026 News
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026 News
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026
Berita Terbaru
Satlantas Polres Malang mengedukasi 1.250 pelajar SMAN 1 Sumberpucung tentang keselamatan berkendara dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Satlantas Polres Malang Edukasi 1.250 Pelajar SMAN 1 Sumberpucung, Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

21 Juli 2026
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.