Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ekonomi»PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 46,9, Kemenperin Perkuat Strategi Jaga Daya Saing Industri Nasional

PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 46,9, Kemenperin Perkuat Strategi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Ekonomi 2 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Febri Hendri Antoni Arief
Febri Hendri Antoni Arief

Jakarta (beritajatim.id) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat berbagai kebijakan strategis guna menjaga daya saing industri manufaktur nasional di tengah perlambatan aktivitas industri global. Meski Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Juni 2026, pemerintah tetap optimistis sektor manufaktur memiliki fondasi yang kuat untuk kembali memasuki fase ekspansi dalam beberapa bulan mendatang.

Berdasarkan laporan S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia pada Juni 2026 berada di level 46,9, turun dari posisi 50,0 pada Mei 2026. Angka di bawah level 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase kontraksi. Penurunan tersebut dipicu melemahnya permintaan baru, baik dari pasar domestik maupun ekspor, yang berdampak pada penurunan produksi, pembelian bahan baku, serta penyerapan tenaga kerja.

Selain penurunan permintaan, sektor industri juga menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya produksi. Kenaikan harga bahan baku serta pelemahan nilai tukar menyebabkan inflasi harga input mencapai level tertinggi kedua sejak survei PMI S&P Global mulai dilakukan pada 2011.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan peningkatan daya saing industri nasional. Menurutnya, tekanan terhadap PMI lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal berupa pelemahan permintaan dan kenaikan biaya produksi sehingga pemerintah berfokus memastikan berbagai kebijakan strategis mampu menjaga keberlangsungan aktivitas manufaktur.

Baca Juga:  Surabaya Halal Festival 2024 Sukses, Perputaran Uang Capai Rp150 Juta per Hari

Salah satu instrumen yang dinilai efektif adalah implementasi program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kebijakan tersebut memberikan harga gas yang lebih kompetitif bagi sektor industri yang menggunakan gas bumi sebagai bahan baku maupun sumber energi utama sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Febri menyebut manfaat HGBT telah dirasakan pelaku industri melalui penurunan beban operasional dan peningkatan daya saing produk manufaktur Indonesia. Karena itu, implementasi program tersebut akan terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh industri penerima.

Dukungan terhadap sektor industri juga diperkuat melalui keputusan pemerintah untuk menurunkan harga gas hasil regasifikasi liquefied natural gas (LNG) menjadi 13 dolar Amerika Serikat per MMBTU dari sebelumnya berkisar 20 hingga 23 dolar AS per MMBTU. Kebijakan yang diputuskan pada akhir Juni 2026 tersebut diharapkan mampu menjaga daya saing industri nasional sekaligus mengurangi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut Febri, penurunan harga gas industri menjadi salah satu langkah strategis yang dapat membantu mengembalikan PMI Manufaktur Indonesia ke jalur ekspansi seiring membaiknya efisiensi produksi di berbagai sektor.

Di tengah meningkatnya persaingan global, Kemenperin juga menilai perlindungan terhadap industri dalam negeri menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha nasional. Perlindungan tersebut tidak hanya ditujukan bagi pelaku industri, tetapi juga untuk mempertahankan penyerapan tenaga kerja dan meminimalkan risiko PHK.

Baca Juga:  Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Naik di Paruh Kedua Februari 2026, Ini Penyebabnya

Pemerintah, lanjut Febri, akan terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga guna menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif. Sinergi tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperluas peluang industri Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Selain penguatan HGBT, Kemenperin juga mengakselerasi berbagai program strategis lain, seperti peningkatan penggunaan produk dalam negeri, fasilitasi investasi sektor manufaktur, pengamanan pasar domestik dari praktik perdagangan tidak sehat, serta perluasan akses ekspor ke pasar-pasar nontradisional. Berbagai kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga tingkat utilisasi industri sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

Meski indikator PMI pada Juni menunjukkan kontraksi, Kemenperin melihat adanya sinyal positif dari survei S&P Global. Tingkat optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha selama 12 bulan ke depan justru meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Optimisme tersebut didorong oleh harapan meredanya tekanan biaya produksi, membaiknya permintaan pasar, serta efektivitas berbagai kebijakan pemerintah yang tengah dijalankan untuk memperkuat sektor manufaktur nasional.

Dengan kombinasi kebijakan efisiensi energi, perlindungan industri dalam negeri, peningkatan investasi, dan perluasan pasar, pemerintah berharap sektor manufaktur dapat kembali menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan daya saing Indonesia di pasar global. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Pemerintah Perkuat Kredit Program, Siapkan Skema Baru bagi Perempuan Pelaku Usaha Mikro Berbunga 8 Persen

1 Juli 2026 Ekonomi
Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 8 Persen, Ungkap Peran Investasi dan Reformasi Fiskal

28 Juni 2026 Ekonomi

LPS Jamin Rp2 Miliar, Gen Z Sidoarjo Langsung Cek Rekening yang Saldonya Receh

25 Juni 2026 Ekonomi
Presiden Prabowo meresmikan 1.151 km jalan daerah untuk memperkuat konektivitas, menekan biaya logistik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Dorong Konektivitas dan Tekan Biaya Logistik Nasional

23 Juni 2026 Ekonomi
DPR RI menyetujui pagu anggaran Kemenko Perekonomian 2027 sebesar Rp664 miliar untuk mendukung koordinasi kebijakan dan transformasi ekonomi nasional.

Pagu Anggaran Kemenko Perekonomian 2027 Disetujui Rp664 Miliar, Perkuat Transformasi Ekonomi Nasional

23 Juni 2026 Ekonomi
Ilustrasi pasar tradisional (foto: The Ian/unsplash)

Neraca Pangan Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Program Intervensi Pemerintah Dongkrak Stabilitas Harga

31 Mei 2026 Ekonomi
Leave A Reply Cancel Reply

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Pemerintah Perkuat Kredit Program, Siapkan Skema Baru bagi Perempuan Pelaku Usaha Mikro Berbunga 8 Persen

1 Juli 2026
Berita Terbaru
Febri Hendri Antoni Arief

PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 46,9, Kemenperin Perkuat Strategi Jaga Daya Saing Industri Nasional

2 Juli 2026
Selat Hormuz

AS dan Iran Gelar Pembicaraan Tidak Langsung di Doha, Fokus pada Selat Hormuz dan Gencatan Senjata Permanen

2 Juli 2026
Dokter Michael Leksodimulyo

Kisah dr. Michael Leksodimulyo, Dari Mengabdi di Gang Sempit Kini Perjuangkan Kesehatan dari DPRD Surabaya

2 Juli 2026

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026
Polresta Sidoarjo bersama Forkopimda menyalurkan 3 ton beras kepada warga dan pengemudi ojol dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Polresta Sidoarjo dan Forkopimda Bagikan 3 Ton Beras untuk Warga pada Hari Bhayangkara ke-80

2 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.