Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Pendidikan»Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

Dispendik Surabaya Pastikan MPLS SD-SMP Ramah Anak, Bebas Perpeloncoan dan Dipantau Sistem Kementerian

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Pendidikan 13 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.
Dispendik Surabaya memastikan MPLS SD-SMP berlangsung ramah anak, bebas perpeloncoan, serta dipantau langsung melalui sistem Kementerian.

Surabaya (beritajatim.id) – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di seluruh jenjang SD dan SMP berlangsung ramah anak, bebas dari praktik perpeloncoan, serta diawasi secara berlapis hingga terintegrasi dengan sistem pemantauan Kementerian. Kegiatan MPLS dimulai serentak pada Senin (13/7/2026) dan berlangsung selama satu pekan.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan bahwa paradigma MPLS saat ini telah berubah. Kegiatan yang dahulu kerap dikaitkan dengan tekanan fisik, hukuman, maupun penugasan yang memberatkan, kini difokuskan sebagai proses pengenalan lingkungan sekolah yang aman, menyenangkan, dan mendorong kreativitas peserta didik baru.

Saat melakukan peninjauan pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 19 Surabaya, Febrina menyampaikan bahwa seluruh sekolah diwajibkan menerapkan prinsip ramah anak selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, tidak boleh ada lagi praktik perpeloncoan maupun bentuk kekerasan fisik dalam pelaksanaan MPLS.

Ia menjelaskan, indikator keberhasilan MPLS tahun ini tidak hanya diukur dari kelancaran kegiatan, tetapi juga dari kenyamanan siswa selama mengikuti seluruh rangkaian pengenalan sekolah. Dispendik ingin memastikan setiap peserta didik baru dapat beradaptasi tanpa tekanan sehingga lebih siap mengikuti proses belajar mengajar.

Untuk menjamin pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan, Dispendik Surabaya menerjunkan tim supervisi dan monitoring yang secara bergiliran melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah. Tim tersebut bertugas memastikan seluruh aktivitas MPLS berjalan sesuai prinsip pendidikan yang ramah anak dan bebas dari tindakan yang berpotensi merugikan siswa.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Naik Motor, Pengawasan dari Sekolah dan Orang Tua Perlu Diperketat

Selain melakukan pengawasan langsung di lapangan, Dispendik juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat. Orang tua maupun siswa dapat menyampaikan laporan melalui posko pengaduan di kantor Dispendik Kota Surabaya maupun memanfaatkan hotline resmi Pemerintah Kota Surabaya yang dikelola oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Febrina menegaskan bahwa sistem pengawasan tahun ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Seluruh pelaksanaan MPLS di Surabaya telah terhubung dengan sistem pemantauan milik Kementerian sehingga proses pelaksanaan dapat dipantau secara menyeluruh.

Melalui sistem tersebut, kepala sekolah diwajibkan menyampaikan laporan pelaksanaan MPLS secara berkala. Data yang masuk dapat dipantau oleh pemerintah pusat maupun Dispendik Surabaya sehingga pengawasan berlangsung lebih transparan dan akuntabel. Orang tua juga dapat memperoleh kepastian bahwa kegiatan MPLS dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Febrina, sistem pengawasan berlapis tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi para orang tua yang selama ini masih memiliki kekhawatiran terhadap pelaksanaan MPLS di sekolah.

Dispendik Surabaya berharap pendekatan baru dalam pelaksanaan MPLS dapat membantu peserta didik baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru, teman, serta budaya belajar yang positif. Dengan demikian, saat kegiatan belajar mengajar berlangsung secara penuh pada pekan berikutnya, siswa telah merasa nyaman dan percaya diri berada di lingkungan sekolah barunya.

Komitmen menghadirkan MPLS yang ramah anak sekaligus memperkuat pengawasan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus memperkuat budaya sekolah yang berorientasi pada perlindungan anak dan pembentukan karakter positif sejak hari pertama masuk sekolah. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen mengukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026 untuk memperkuat budaya sekolah aman, inklusif, dan ramah anak di seluruh Indonesia.

Kemendikdasmen Kukuhkan 76 Duta Bintang Sobat SMP 2026, Perkuat Budaya Sekolah Aman hingga Ruang Digital

11 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen meluncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA di Ruang GTK Rumah Pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran, koding, dan AI.

Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Mandiri PM-KKA, Guru Kini Bisa Belajar Koding dan AI dari Mana Saja

10 Juli 2026 Pendidikan

Libur Sekolah Bikin Anak Aktif Bermain dan Berkeringat, Ini Cara Tepat Merawat Si Kecil Setelah Beraktivitas

6 Juli 2026 Pendidikan
Dosen FTMM UNAIR menjadi pembicara kuliah tamu di Bayero University Kano, Nigeria, membahas nanokimia komputasi dan peluang kolaborasi riset.

Dosen FTMM UNAIR Paparkan Riset Nanokimia Komputasi pada Kuliah Tamu Internasional di Nigeria

3 Juli 2026 Pendidikan
Kemendikdasmen dan BPOM meluncurkan gerakan budaya pangan aman di sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini menuju Indonesia Emas 2045.

Dukung Generasi Emas 2045, Kemendikdasmen dan BPOM Luncurkan Gerakan Nasional Budaya Pangan Aman di Sekolah

30 Juni 2026 Pendidikan
Leave A Reply Cancel Reply

MPLS Surabaya 2026 dimulai 13 Juli dengan materi literasi digital, antinarkoba, pendidikan karakter, dan cek kesehatan gratis bagi siswa baru.

MPLS Surabaya 2026 Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital, Antinarkoba, dan Cek Kesehatan Gratis

11 Juli 2026
Berita Terbaru
Ribuan jamaah menghadiri Jatim Bersholawat bersama Khofifah dan Gus Iqdam di Surabaya. Acara diisi dzikir, sholawat, dan tausiyah penuh pesan keislaman.

Jatim Bersholawat Bersama Khofifah dan Gus Iqdam, Ribuan Jamaah Padati Jemur Wonosari Surabaya

13 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota menggelar Cangkru'an Kamtibmas bersama warga dan menyerahkan perlengkapan siskamling untuk memperkuat keamanan lingkungan.

Polres Mojokerto Kota Gandeng Warga Lewat Cangkru’an Kamtibmas, Bagikan Perlengkapan Siskamling

12 Juli 2026
Pasar Tembok Dukuh Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan 2.700 Stan Gratis bagi Pedagang Pasar Tumpah dan PKL, Relokasi Tanpa Biaya Sewa

12 Juli 2026
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026
Pemerintah meluncurkan Gernas RANA untuk memperkuat pelindungan anak di pesantren dan madrasah agar terbebas dari kekerasan fisik, seksual, psikis, dan digital.

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah dari Segala Bentuk Kekerasan

12 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.