Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Aer Mata Ibu, Jejak Emas Kerajaan Bangkalan dan Penanda Sejarah Toleransi di Madura

Aer Mata Ibu, Jejak Emas Kerajaan Bangkalan dan Penanda Sejarah Toleransi di Madura

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 4 Juli 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Aer Mata Ibu
Penanda memasuki Pasarean Aer Mata Ibu atau Makam Ratu Ibu di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. (foto: Hendro D. Laksono, beritajatim.id)

Bangkalan (beritajatim.id) – Pasarean Aer Mata atau Makam Ratu Ibu di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, selalu ramai dikunjungi oleh para ahli tirakat dan pecinta sejarah. Situs ini merupakan kompleks makam raja-raja Bangkalan beserta kerabatnya.

Kompleks makam ini menyimpan potensi sejarah dari kehidupan para raja Madura Barat mulai abad ke-16 hingga abad ke-19.

Di dalamnya, terdapat pemakaman raja-raja dari Keraton Plakaran, termasuk Panembahan Cakraningrat II alias Raden Undakan (1648-1770), Panembahan Cakraadiningrat V alias Raden Sidomukti (1646-1770), Panembahan Cakraadiningrat VI alias Raden Tumenggung Mangkudiningrat (1770-1780), dan Sultan Cakraadiningrat I alias Raden Abdurahman (1780-1815).

Tiga penguasa Keraton Bangkalan lainnya tidak dimakamkan di Pasarean Aer Mata: Panembahan Cakraningrat I alias Raden Praseno (1624-1648) dimakamkan di Imogiri, Panembahan Cakraningrat III alias Pangeran Suroadingrat (1707-1718) yang jasadnya hilang di laut, dan Panembahan Cakraningrat IV alias Panembahan Sindingkap (1718-1745) yang makamnya diperdebatkan berada di Afrika Selatan atau di Aer Mata.

Kompleks makam ini berdiri kokoh di puncak bukit kecil dengan ketinggian 25-30 meter di atas permukaan laut.

Keunikan Pasarean Aer Mata terlihat saat pengunjung memasuki gerbang di kaki bukit, dengan tangga panjang yang berkelok-kelok menuju puncak Bukit Buduran. Tangga dan pagar pembatasnya tersusun rapi dari batu andesit putih.

Pasarean Aer Mata Ibu
Gerbang Pasarean Aer Mata Ibu atau Makam Ratu Ibu Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. (foto: Hendro D. Laksono, beritajatim.id)

Juru kunci makam menyatakan bahwa setiap hari ada pengunjung yang datang berziarah, terutama pada hari libur. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk Pulau Madura, Jawa, dan wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga:  Dinkes Bogor Ungkap Dugaan Keracunan Massal di Bina Insani, E. Coli dan Salmonella Ditemukan dalam Sampel Makanan

Di lokasi ini dulu ada cungkup tempat penyimpanan senjata dan perabotan peninggalan kerajaan, namun kini sudah dipindahkan ke kabupaten. Pusat pesarean ini adalah cungkup utama tempat bersemayam jasad para raja, termasuk Kanjeng Ratu Syarifah Ambami, permaisuri Panembahan Cakraningrat I, serta Panembahan Cakraningrat II, V, VI, dan VII.

Dinding cungkup berhiaskan seni ukir yang rumit dan indah dari batu pualam putih. Ukiran ini melambangkan kerukunan antar-umat dari tiga agama besar yaitu Islam, Buddha, dan Hindu. Ukiran tersebut termasuk bunga teratai, miniatur Ganesha, serta kaligrafi yang saling menyambung.

Selain itu, Desa Sembilang, Kecamatan Socah, sekitar 15 kilometer dari Pasarean Aer Mata, juga menyimpan sejarah kejayaan raja Bangkalan, Panembahan Cakraningrat IV. Pada masa pemerintahannya, Keraton Tonjung dipindah ke Sembilangan, namun saat pertempuran dengan Belanda, keraton ini dikuasai oleh Belanda dan Panembahan Cakraningrat IV dibuang ke Tanjung Harapan (Kaap de goede Hoop).

Bekas peninggalan yang tersisa adalah pagar masuk lokasi makam dan bangunan yang kini menjadi pondok pesantren. Makam yang kini sering dikunjungi adalah makam tokoh syiar Islam di Bangkalan seperti Kyai Abdul Karim, Kyai Mukodis, Kyai Anwar, Kyai Shofan, dan Kyai Tajal Anam. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Bangkalan budaya Madura Madura sejarah bangkalan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Gubernur Khofifah melantik enam pejabat Pemprov Jatim dan menekankan transformasi digital, integritas, serta kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

Khofifah Lantik Enam Pejabat Pemprov Jatim, Tekankan Transformasi Digital dan Integritas Pelayanan Publik

15 Juli 2026 News
Polresta Sidoarjo memberikan penyuluhan kepada siswa baru SMKN 1 Sidoarjo untuk membentuk karakter disiplin, taat hukum, dan peduli kamtibmas.

Polresta Sidoarjo Edukasi Siswa Baru SMKN 1 Sidoarjo agar Disiplin, Taat Hukum, dan Peduli Kamtibmas

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.