Jakarta (beritajatim.id) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara menyeluruh di seluruh lini operasional perusahaan. Komitmen tersebut sejalan dengan peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif.”
Peringatan Bulan K3 dimanfaatkan ASDP sebagai momentum strategis untuk memperkuat budaya keselamatan sebagai fondasi utama layanan transportasi penyeberangan. Berbagai kegiatan internal digelar di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, sebagai bentuk penguatan komitmen perusahaan terhadap aspek keselamatan, pelayanan, dan keamanan operasional.
Keselamatan sebagai Fondasi Layanan Penyeberangan
Sebagai operator penyeberangan yang menopang mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antardaerah, ASDP memandang penerapan K3 sebagai faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan usaha. Standar keselamatan yang diterapkan secara konsisten dinilai memiliki dampak langsung terhadap pencegahan kecelakaan kerja dan pelayaran, sekaligus peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jasa.
Manajemen ASDP menilai bahwa keselamatan, mutu pelayanan, dan keamanan operasional merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan penyeberangan nasional.
Implementasi SMK3 hingga Anak Usaha
Penguatan budaya K3 tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja ASDP, tetapi juga diperluas ke anak perusahaan, yakni PT IFPRO dan PT Jembatan Nusantara. Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya mewujudkan target zero accident di seluruh aktivitas operasional.
Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat pentingnya adaptasi penerapan K3 dalam menghadapi tantangan pola kerja baru, termasuk di era transformasi digital dan peningkatan kompleksitas operasional transportasi.
Profesional, Andal, dan Kolaboratif
Penguatan K3 di ASDP bertumpu pada tiga nilai utama, yaitu profesionalisme, keandalan, dan kolaborasi. Ketiga nilai tersebut menjadi landasan dalam menjaga standar keselamatan kerja, meningkatkan mutu layanan penyeberangan, serta memperkuat sistem pengamanan operasional di seluruh wilayah kerja perusahaan.
ASDP turut mengajak seluruh insan perusahaan dan pengguna jasa untuk berperan aktif dalam membangun budaya K3. Partisipasi tersebut diwujudkan melalui kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi risiko, serta pelaporan kondisi tidak aman secara bertanggung jawab.
Dengan komitmen yang dijalankan secara berkelanjutan, ASDP optimistis mampu menghadirkan layanan penyeberangan yang selamat, aman, dan terpercaya. Moto keselamatan “Jaga Diri, Jaga Alat, dan Jaga Lingkungan” terus dipegang sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada publik. (ian)


as a preferred source on Google




