Lumajang (beritajatim.id) – Bupati Indah Amperawati melakukan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Takhassus di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin yang berlokasi di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jumat (6/3/2026).
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan santri sekaligus menyiapkan generasi Qurani yang memiliki kemampuan akademik dan karakter kuat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar pesantren yang selama ini dinilai konsisten berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis keagamaan.
Menurutnya, pembangunan Asrama Takhassus tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur pendidikan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menyiapkan generasi masa depan yang memiliki kekuatan moral, spiritual, dan intelektual.
Bunda Indah juga menilai bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, pesantren tetap memiliki peran strategis sebagai pusat pembentukan karakter sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan lembaga pendidikan pesantren sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas generasi muda di daerah.
Asrama Dirancang Menampung 600 Santri
Pengasuh Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin, Muhammad Darwis, menjelaskan bahwa pembangunan Asrama Takhassus merupakan bagian dari program pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren.
Asrama tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 600 santri dengan fasilitas yang lebih modern dan nyaman dibandingkan asrama yang telah tersedia sebelumnya.
Setiap kamar direncanakan ditempati sekitar 10 santri dengan ukuran ruangan yang lebih luas. Selain dilengkapi tempat tidur, kamar juga memiliki fasilitas kamar mandi di dalam sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan santri selama menjalani proses pendidikan.
Fokus pada Program Tahfidz dan Bahasa Asing
Selain pembangunan fisik, pihak pesantren juga menyiapkan berbagai program pendidikan unggulan bagi santri yang akan menempati asrama tersebut.
Program tersebut mencakup akselerasi tahfidz Al-Qur’an, penguatan kemampuan bahasa asing seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta pembinaan khusus bagi santri yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Program takhassus ini diharapkan mampu mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi akademik dan kemampuan komunikasi global.
Menjawab Kebutuhan Pendidikan Santri
Saat ini jumlah santri di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin mencapai sekitar 2.000 orang. Asrama yang tersedia di kawasan utara dan timur pesantren baru mampu menampung sekitar 600 santri.
Dengan pembangunan Asrama Takhassus, pesantren berharap dapat menghadirkan sistem pembinaan yang lebih terarah bagi santri yang ingin memperdalam hafalan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kemampuan akademik dan bahasa asing.
Pengembangan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan pesantren di Lumajang, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak generasi yang berkarakter, berpengetahuan luas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (ian)


as a preferred source on Google




