Banyuwangi (beritajatim.id) – Kegiatan bakti sosial (baksos) pelayanan kesehatan mata yang digelar di Markas PMI Banyuwangi mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Program ini mencakup operasi katarak, pemasangan bola mata palsu, serta pemberian kacamata dan obat tetes mata secara gratis, yang telah memberi manfaat nyata bagi ratusan warga.
Koordinator Teknis Pelayanan, dr. Rezekiyanti, dalam keterangan tertulis pada Jumat (3/10/2025), menyampaikan bahwa kuota operasi untuk hari keempat telah terpenuhi. Pasien yang terdiagnosis menderita katarak pada pemeriksaan hari ini akan dijadwalkan untuk mengikuti program tahap berikutnya pada April 2026. “Pasien yang hari ini ditemukan menderita katarak akan kami masukkan dalam daftar antrean untuk program selanjutnya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, hingga hari ketiga pelaksanaan, tim medis berhasil melakukan 100 operasi katarak yang dilaksanakan di dua lokasi, yakni Mobile Eye Clinic (MEC) di halaman PMI Banyuwangi dan ruang operasi RSUD Blambangan. Selain itu, sebanyak 405 pasien telah menjalani pemeriksaan mata, terdiri atas 189 pasien baru, 103 murid dari MAN 1 Banyuwangi, serta 113 pasien pasca-operasi yang menjalani pemeriksaan lanjutan.
Tim pelaksana juga menyalurkan 230 kacamata dan 180 botol obat tetes mata kepada warga yang membutuhkan. Program ini tidak hanya membantu secara medis, tetapi juga memberi dampak sosial positif bagi penerima manfaat.
Mila (31), penyandang disabilitas daksa asal Kecamatan Glagah, mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan pelayanan dan edukasi kesehatan mata. “Saya sangat terbantu dan berterima kasih kepada para relawan. Semoga semua diberi kesehatan dan terus bisa membantu masyarakat,” ucapnya penuh haru.
Kegiatan baksos ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di bidang pelayanan mata. Program tersebut membuka harapan baru bagi warga yang membutuhkan akses pengobatan gratis dan menjadi bukti nyata komitmen sosial untuk mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang lebih sehat dan inklusif. (ris)


as a preferred source on Google




