Sanur (beritajatim.id) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan apresiasi atas kemajuan pembangunan Bali International Hospital (BIH) dalam kunjungannya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur, Bali.
BIH dirancang sebagai rumah sakit bertaraf internasional yang menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendukung sektor kesehatan dan pariwisata.
“Pembangunan KEK Kesehatan Sanur menunjukkan kemajuan signifikan. Kami ingin memastikan proyek ini berjalan lancar dan segera selesai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Menko IPK.
Ia menambahkan, kehadiran BIH tidak hanya memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi, tetapi juga membawa daya tarik wisata medis berkat lokasinya di Sanur, kawasan dengan pemandangan indah dan suasana nyaman.
Rumah Sakit Kelas Dunia di KEK Sanur
BIH, yang dikembangkan oleh PT Pertamina Bina Medika IHC (Indonesia Healthcare Corporation), anak perusahaan PT Pertamina (Persero), sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat infrastruktur kesehatan nasional.
“Dengan BIH, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri. Sebaliknya, kita bisa menarik pasien internasional dan meningkatkan devisa negara,” tegas Agus Harimurti.
Direktur Utama IHC, dr. Lukman Ma’ruf, menjelaskan bahwa BIH adalah bagian dari strategi IHC untuk menciptakan layanan kesehatan kelas dunia.
“BIH dirancang sebagai rumah sakit flagship yang mengintegrasikan inovasi, keberlanjutan, dan sinergi dalam ekosistem kesehatan nasional,” ujarnya.
BIH dilengkapi teknologi medis canggih, seperti:
- Layanan onkologi terintegrasi, termasuk terapi radiasi presisi dengan LINAC dan Brakiterapi 3D.
- MRI 3 Tesla untuk pencitraan diagnostik berkualitas tinggi.
Sistem laboratorium modern yang memenuhi standar internasional.
Rumah sakit ini juga menghadirkan center of excellence CONGO (Kardiologi, Onkologi, Neurologi, Gastroenterohepatologi, dan Ortopedi), yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasien domestik dan internasional.
Profesional Berkualitas dan Wisata Medis
BIH didukung oleh tim dokter spesialis, subspesialis, hingga dokter diaspora yang memiliki pengalaman di berbagai institusi internasional. Selain itu, fasilitasnya dirancang untuk menarik wisatawan medis, menjadikan BIH salah satu daya tarik utama KEK Sanur.
dr. Dewi F. Fitriana, MPH, Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital, menyatakan, “BIH dirancang dengan standar internasional untuk memastikan kualitas pelayanan. Kehadiran BIH juga menjadi katalisator sektor kesehatan dan pariwisata medis di Indonesia.”
Dengan penyelesaian proyek yang ditargetkan rampung pada 2025, BIH diharapkan menjadi ikon kesehatan global sekaligus mendukung pariwisata dan perekonomian Indonesia.
“Kami optimis KEK Sanur akan menjadi pusat kesehatan dan ekonomi yang strategis, menarik pasien dari berbagai negara,” tutup Menko IPK. (hdl)


as a preferred source on Google




