Grobogan (beritajatim.id) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Rabu malam menyebabkan banjir melanda sejumlah desa, termasuk Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi. Air setinggi sekitar 70 sentimeter merendam puluhan rumah warga dan membuat akses jalan utama di kawasan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Dalam kondisi darurat itu, Polres Grobogan bersama Polsek Purwodadi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Salah satu warga yang dievakuasi merupakan pasien yang harus segera menjalani cuci darah (hemodialisa) di rumah sakit di Purwodadi.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto, yang memimpin langsung proses evakuasi, menjelaskan bahwa tim gabungan menurunkan perahu karet untuk menjangkau rumah pasien yang terisolasi banjir. Tindakan cepat dilakukan agar pasien dapat segera mendapatkan perawatan medis.
“Kami mendapat laporan ada warga yang harus segera berangkat ke rumah sakit untuk menjalani hemodialisa. Karena akses jalan tergenang dan tak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun empat, tim langsung menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi,” ujar AKP Siswanto, Kamis (23/10/2025).
Proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah derasnya arus air, namun berhasil dilakukan dengan aman. Petugas gabungan dari Polres Grobogan, Polsek Purwodadi, BPBD, dan relawan setempat bergotong royong mengevakuasi pasien ke lokasi aman sebelum dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan.
Menurut AKP Siswanto, upaya cepat tanggap ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan Polri kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat.
“Keselamatan warga adalah prioritas kami. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang air demi keamanan bersama,” tambahnya.
Selain mengevakuasi pasien, anggota kepolisian juga membantu warga lainnya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Petugas berjaga di titik-titik rawan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak ada korban jiwa akibat banjir.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersiaga bersama BPBD dan aparat desa untuk memantau perkembangan ketinggian air di kawasan Purwodadi. “Kami tetap standby di lokasi hingga situasi benar-benar aman dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membantu kebutuhan warga terdampak,” pungkasnya.
Berkat sinergi antara aparat kepolisian, BPBD, dan masyarakat, proses evakuasi di Desa Cingkrong berjalan aman dan tertib. Aksi cepat aparat di lapangan menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan di tengah bencana. (ang)


as a preferred source on Google




