Surabaya (beritajatim.id) – BPBD Jawa Timur terus memperkuat upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar dan santri pada 2026. Selain melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), edukasi juga digencarkan lewat kegiatan “Siap untuk Selamat Bersama Mosipena”.
Program ini menyasar sekolah dan pondok pesantren di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan pelaksanaan perdana digelar di Kabupaten Lamongan. Kegiatan berlangsung di SMKN 1 Lamongan serta lingkungan Ponpes Raudhatus Solihin, Pucuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan edukasi kebencanaan yang diarahkan langsung oleh pemerintah provinsi. Fokus utama program adalah meningkatkan pemahaman kelompok rentan, termasuk pelajar dan santri, terhadap potensi bencana di lingkungan mereka.
Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar risiko sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, mampu melakukan langkah mitigasi dan penyelamatan secara mandiri saat terjadi bencana.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) memberikan materi kebencanaan secara interaktif. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mengikuti simulasi langsung, seperti evakuasi mandiri saat gempa bumi dan praktik pemadaman kebakaran.
Antusiasme terlihat dari para siswa dan santri yang aktif mengikuti setiap sesi. Pendekatan berbasis praktik ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus membangun respons cepat dalam situasi darurat.
BPBD Jatim juga menggandeng BPBD Kabupaten Lamongan serta pihak sekolah dan pengasuh pondok pesantren dalam pelaksanaan kegiatan, guna memastikan keberlanjutan edukasi di lingkungan masing-masing.
Program Mosipena ini direncanakan akan terus berlanjut ke sejumlah wilayah lain di Jawa Timur, termasuk kawasan Madura seperti Sumenep, Pamekasan, dan Sampang. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan edukasi kebencanaan di seluruh daerah.
Melalui program ini, BPBD Jatim berharap tercipta ekosistem pendidikan yang lebih tangguh terhadap bencana. Edukasi yang berkelanjutan di tingkat sekolah dan pesantren diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang siap menghadapi risiko bencana di masa depan. (hdl)


as a preferred source on Google




