Mojokerto (beritajatim.id) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, mengadakan pertemuan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur untuk membahas penanganan tanah longsor di Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu. Audiensi ini dilakukan pada pagi hari Jumat (3/5/2024) di kantor BBWS Brantas Surabaya.
Audiensi ini dihadiri oleh Kepala BBWS Brantas, Hendra Ahyadi, Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yo’i Afrida, dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memastikan tindak lanjut yang tepat terhadap tanah longsor di Desa Ngembeh dan mengantisipasi bencana alam lainnya.
Tanah longsor yang terjadi mengakibatkan delapan rumah warga rusak karena longsor bibir Sungai Raharja Tirta sepanjang 400 meter dengan ketinggian mencapai 30 meter. Bupati Ikfina menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi Desa Ngembeh yang rentan terhadap bencana.
“Dibutuhkan penanganan yang tepat untuk menjamin keselamatan warga Desa Ngembeh. Kami meminta arahan kepada BBWS terkait hal ini,” ujar Bupati Ikfina.
Selain penanganan tanah longsor, Bupati juga menyoroti dua titik sungai lainnya yang menjadi perhatian karena pernah mengalami banjir pasca-hujan deras.
Hendra Ahyadi, Kepala BBWS Brantas, menegaskan kesiapan BBWS dalam membantu Kabupaten Mojokerto. Namun, ia juga menyoroti bahwa untuk pembangunan permanen, masih dibutuhkan anggaran khusus yang belum tersedia saat ini.
“Kami siap membantu penanganan ini dan akan terus mendampingi prosesnya. Namun, untuk pembangunan permanen, perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut,” jelas Hendra Ahyadi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam upaya penanganan dan pencegahan bencana alam di Kabupaten Mojokerto, sehingga keselamatan warga dapat terjamin dengan baik. (mis/ted)


as a preferred source on Google




