Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memperluas diversifikasi usaha agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, saat membuka kegiatan Pembinaan BUMD Tahun Anggaran 2025 di Smartroom Satya Bina Karya (SBK). “BUMD dituntut inovatif dan mengedepankan profesionalisme agar tetap dapat memberikan layanan optimal kepada masyarakat, produktif, serta mampu melihat peluang,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Gus Barra (sapaan akrab, red) menjelaskan bahwa keberadaan BUMD merupakan pilar penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Hal ini sejalan dengan amanat PP Nomor 54 Tahun 2017 bahwa BUMD dibentuk untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menghasilkan barang dan jasa berkualitas.
Serta memberikan kontribusi laba bagi daerah melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Penguatan regulasi terkait penyelenggaraan, pembinaan, dan pengawasan BUMD juga ditegaskan melalui Pasal 304 serta Pasal 331–343 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Hal itu dapat dicapai apabila BUMD mampu mengubah sistem pengelolaan berdasarkan asas transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, serta kewajaran, dengan membangun etos bisnis dan kerja yang baik,” katanya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto ini juga menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan serta kemampuan membaca peluang usaha agar BUMD semakin kompetitif dan mampu menghasilkan produk atau layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kepada segenap direksi BUMD, baik PT BPR Majatama Perseroda maupun Perumdam Mojopahit Mojokerto, untuk terus belajar dan berbenah diri, melakukan inovasi berbasis teknologi, produktif, serta mampu melakukan diversifikasi usaha,” tambahnya.
Pada akhir sambutannya, Gus Barra mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses pelayanan publik. Selalu berusaha meningkatkan kualitas pelayanan, karena semua membawa nama baik Pemkab Mojokerto. Baik buruknya perilaku akan dinilai masyarakat sehingga harus mampu menjaga akhlak yang baik.
Kegiatan Pembinaan BUMD Tahun Anggaran 2025 ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas direksi, pembina, dan pengawas BUMD sehingga semakin adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan pembinaan tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri dari 19 peserta PT BPR Majatama Perseroda dan 21 peserta Perumdam Mojopahit Mojokerto. Acara juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan Bappeda, BPKAD, Dewan Komisaris, serta Dewan Pengawas BUMD.
Sebagai narasumber, hadir Prof. Eko Ganis Sukoharsono, Ph.D., dari Pusat Pengkajian Sustainabilitas Bisnis, Sosial, dan Lingkungan Universitas Brawijaya, yang memaparkan materi mengenai peningkatan kinerja keuangan BUMD sebagai referensi perbaikan tata kelola perusahaan daerah ke depan. [tin/ted]


as a preferred source on Google




