Bandung (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyuarakan dukungannya terhadap penguatan pendidikan vokasi untuk meningkatkan kualitas dan citra Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya dari wilayah Jawa Barat. Ia menegaskan perlunya transformasi citra TKI dari pekerjaan rumah tangga (ART) menjadi tenaga profesional terampil di berbagai bidang.
“Kita ingin mengubah citra TKI Indonesia yang selama ini identik dengan ART. Padahal, kita punya banyak tenaga terampil: perawat, ahli otomotif, elektro, makanan, farmasi, dan bidang lainnya,” ujar Dedi Mulyadi.
Menurutnya, para pekerja migran Indonesia seharusnya mampu menjadi duta keterampilan bangsa di luar negeri, membawa nama baik Indonesia dengan keahlian yang unggul dan profesional.
Vokasi: Solusi Pengangguran dan Daya Saing
Anggota DPR RI, Mukhtarudin, turut menambahkan bahwa peningkatan pendidikan vokasi merupakan langkah strategis untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), terutama di kalangan lulusan SMA dan SMK di Jawa Barat.
“Peningkatan keterampilan sangat penting, bukan hanya untuk memperbaiki citra PMI, tetapi juga sebagai solusi atas persoalan pengangguran yang tinggi,” ungkap Mukhtarudin.
Ia menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah provinsi dan institusi pendidikan dalam menyediakan ekosistem pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Migrant Center UPI Jadi Role Model
Sebagai bagian dari solusi konkret, Mukhtarudin mendorong Pemprov Jawa Barat untuk mengoptimalkan keberadaan Migrant Center di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai pusat pelatihan keterampilan dan bahasa asing bagi calon PMI.
“Kita sudah memiliki Migrant Center di UPI Bandung yang bisa dijadikan praktik baik. Universitas lain di Jabar juga seharusnya bisa mengembangkan model serupa,” jelasnya.
Migrant Center UPI diharapkan menjadi model pusat pelatihan terintegrasi yang tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat soft skills dan kesiapan budaya kerja global.
Transformasi Menuju PMI Unggul
Dorongan transformasi PMI dari sektor informal ke profesional sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. Dengan pendidikan vokasi yang kuat dan sistem pelatihan yang terarah, PMI dari Jawa Barat diharapkan mampu bersaing di sektor-sektor unggulan dunia kerja internasional.
“Saatnya PMI Indonesia dikenal sebagai tenaga ahli yang dibutuhkan, bukan sekadar tenaga kasar. Kita punya modal besar — tinggal dikelola dengan benar,” tutup Dedi Mulyadi. (ris)


as a preferred source on Google




