Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Dedi Mulyadi Tahan Kenaikan Pajak Kendaraan di Jabar, Pilih Jaga Daya Beli di Tengah Pemangkasan TKD

Dedi Mulyadi Tahan Kenaikan Pajak Kendaraan di Jabar, Pilih Jaga Daya Beli di Tengah Pemangkasan TKD

Adi AtmaAdi Atma News 26 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Bandung (beritajatim.id) – Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan menaikkan tarif pajak kendaraan bermotor, meskipun pemerintah pusat melakukan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD). Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendorong kepatuhan pembayaran pajak.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi di Gedung Sate, Bandung, Kamis. Ia menegaskan bahwa sejak awal masa jabatannya, Pemprov Jabar konsisten mempertahankan tarif pajak kendaraan pada level yang sama tanpa kenaikan.

Menurut Dedi, menjaga stabilitas tarif lebih efektif dalam meningkatkan partisipasi wajib pajak. Ia menilai, kebijakan menaikkan tarif belum tentu berbanding lurus dengan peningkatan penerimaan daerah apabila justru menekan kemampuan bayar masyarakat.

Strategi Jaga Stabilitas Pendapatan Daerah

Di tengah kebijakan efisiensi fiskal dan pemangkasan TKD oleh pemerintah pusat, langkah Jawa Barat dinilai sebagai strategi menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendapatan daerah dan kondisi ekonomi warga.

Dedi optimistis, dengan tarif yang tetap terjangkau, jumlah masyarakat yang membayar pajak kendaraan akan lebih banyak sehingga arus kas daerah tetap stabil. Pendekatan ini mengedepankan perluasan basis pembayar pajak dibandingkan menaikkan tarif secara agresif.

Kebijakan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemprov Jabar memprioritaskan stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama di tengah tantangan biaya hidup dan pemulihan ekonomi daerah.

Pajak Pelat Kuning dan Angkutan Barang Justru Turun

Tidak hanya menahan kenaikan tarif, Pemprov Jabar juga menyiapkan kebijakan insentif untuk sektor transportasi publik dan logistik. Dalam waktu dekat, pajak kendaraan berpelat kuning serta angkutan barang akan mengalami penurunan.

Baca Juga:  Batik Air Kembali Layani Rute Padang – Jakarta, Terkoneksi ke 35+ Kota di Indonesia dan Luar Negeri

Langkah ini diarahkan untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa serta menjaga tarif transportasi umum tetap kompetitif. Kebijakan tersebut diharapkan memberi efek berganda terhadap perekonomian, terutama bagi pelaku usaha dan sektor UMKM yang bergantung pada distribusi logistik.

Kontras dengan Kebijakan di Jawa Tengah

Kebijakan Jawa Barat menjadi sorotan karena berbeda dengan langkah yang diambil Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jateng telah menerapkan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sejak 5 Januari 2025.

Penerapan kebijakan tersebut memicu tekanan publik yang cukup tinggi. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, bersama DPRD setempat kemudian merancang skema relaksasi berupa diskon pajak sebesar lima persen untuk meredam gejolak masyarakat.

Perbandingan ini menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu daerah yang memilih jalur moderat dalam kebijakan fiskal sektor kendaraan bermotor.

Fokus pada Kepatuhan dan Daya Beli

Dedi Mulyadi menekankan bahwa orientasi kebijakan pajak daerah bukan semata mengejar peningkatan tarif, melainkan memastikan kepatuhan masyarakat tetap tinggi. Dengan beban yang terjaga, pemerintah berharap kesadaran dan partisipasi wajib pajak meningkat secara berkelanjutan.

Kebijakan ini juga berpotensi menjadi model alternatif pengelolaan pajak daerah di tengah tekanan fiskal nasional. Publik kini menantikan implementasi teknis penurunan pajak kendaraan pelat kuning dan angkutan barang, serta dampaknya terhadap penerimaan dan stabilitas ekonomi Jawa Barat sepanjang 2025. (adi)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Dedi Mulyadi Pajak
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.