London (beritajatim.id) – Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool pada akhir musim 2025/2026 terus menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola. Mantan bek Liverpool, Dejan Lovren, kini angkat bicara dan mengungkap pandangannya terkait faktor-faktor yang diyakini berperan dalam keputusan bintang asal Mesir tersebut meninggalkan Anfield.
Salah menjadi salah satu nama besar yang mengakhiri kebersamaannya dengan Liverpool setelah musim yang mengecewakan bagi klub. The Reds hanya mampu finis di posisi kelima Liga Inggris dan gagal memenuhi ekspektasi para pendukung. Selain Salah, Liverpool juga harus melepas sejumlah pemain senior yang selama ini menjadi simbol era kesuksesan klub, termasuk Andrew Robertson.
Meski kontraknya masih menyisakan satu tahun, Liverpool memutuskan berpisah dengan Salah. Keputusan tersebut memicu berbagai spekulasi, terutama terkait hubungannya dengan mantan pelatih Arne Slot yang sebelumnya diberhentikan dari jabatannya.
Dalam wawancara dengan media Timur Tengah WinWin, Dejan Lovren menilai hubungan antara Salah dan Slot tidak berjalan harmonis. Mantan pemain tim nasional Kroasia itu mengisyaratkan adanya jarak komunikasi yang membuat situasi di dalam tim menjadi tidak ideal bagi sang penyerang.
Lovren, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Salah selama bermain bersama di Liverpool antara 2017 hingga 2020, juga menyoroti kritik yang diterima mantan rekan setimnya sepanjang musim lalu. Menurutnya, penilaian terhadap Salah kerap tidak seimbang jika dibandingkan dengan kontribusi yang telah diberikan pemain tersebut selama bertahun-tahun bersama Liverpool.
Ia menilai sejumlah pengamat sepak bola terlalu fokus pada penurunan performa Salah dalam satu musim tanpa mempertimbangkan kondisi tim secara keseluruhan. Lovren bahkan secara khusus mengkritik mantan bek Liverpool yang kini menjadi pundit, Jamie Carragher, karena dianggap terlalu sering menjadikan Salah sebagai sasaran kritik.
Pernyataan Lovren menambah panjang diskusi mengenai situasi internal Liverpool pada musim 2025/2026. Pasalnya, tidak hanya Salah yang mengalami penurunan performa, tetapi sebagian besar pemain inti The Reds juga tampil di bawah standar dalam musim terakhir di bawah arahan Arne Slot.
Meski demikian, secara statistik kontribusi Salah masih tergolong kompetitif dibandingkan sejumlah pemain sayap elite Liga Inggris. Pemain berusia 33 tahun tersebut mencatatkan 12 gol dan 10 assist sepanjang musim, angka yang masih menunjukkan perannya sebagai salah satu pemain produktif di kompetisi domestik.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai keputusan Liverpool untuk tidak mempertahankan Salah juga berkaitan dengan strategi jangka panjang klub. Faktor usia menjadi pertimbangan penting mengingat Liverpool kini memasuki era baru di bawah kepemimpinan pelatih Andoni Iraola.
Manajemen klub diyakini ingin membangun fondasi tim yang lebih berorientasi pada masa depan dibandingkan bergantung pada pemain yang sudah memasuki fase akhir kariernya. Kendati demikian, sebagian pendukung Liverpool masih beranggapan bahwa klub mungkin telah melepas Salah terlalu cepat mengingat kontribusinya yang masih cukup signifikan.
Setelah resmi meninggalkan Anfield, masa depan Salah menjadi salah satu topik paling menarik di bursa transfer musim panas. Statusnya sebagai pemain bebas transfer membuat sejumlah klub elite Eropa berpotensi bersaing untuk mendapatkan tanda tangannya tanpa harus mengeluarkan biaya transfer.
Liga Italia disebut sebagai salah satu destinasi yang memungkinkan bagi Salah mengingat ia pernah memperkuat beberapa klub Serie A dan memiliki pengalaman beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Italia. Selain itu, gaya permainan yang lebih terkontrol dibandingkan Liga Inggris dinilai dapat memperpanjang masa kompetitif sang pemain.
Nama Barcelona juga mulai dikaitkan dengan Salah. Klub asal Catalunya tersebut tengah mencari opsi untuk memperkuat lini serang sekaligus mempersiapkan regenerasi setelah era Robert Lewandowski. Namun, skenario tersebut berpotensi menuntut Salah beradaptasi dengan peran yang berbeda dari posisi aslinya.
Sementara itu, Real Madrid turut disebut sebagai kandidat tujuan berikutnya. Presiden klub, Florentino Perez, sebelumnya dikabarkan berkomitmen menghadirkan sejumlah pemain bintang untuk memperkuat skuad. Dengan status bebas transfer yang dimiliki Salah, peluang terjadinya negosiasi dinilai cukup terbuka.
Hingga saat ini, Mohamed Salah belum mengumumkan secara resmi klub yang akan menjadi pelabuhan berikutnya dalam karier profesionalnya. Namun satu hal yang pasti, kepergiannya menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah modern Liverpool, sekaligus membuka babak baru bagi sang pemain maupun klub yang telah dibelanya selama hampir satu dekade. (aga)







