Jakarta (beritajatim.id) – Sebuah terobosan penting dalam dunia astronomi berhasil dicapai melalui penyusunan peta medan magnet terbesar yang pernah dibuat di alam semesta. Peta tersebut mengungkap keberadaan jaringan kosmik tak terlihat yang diyakini memainkan peran penting dalam pembentukan, perkembangan, dan evolusi galaksi selama miliaran tahun.
Peta yang diberi nama SPICE-RACS itu memiliki cakupan lima kali lebih luas dibandingkan peta medan magnet kosmik sebelumnya. Data yang digunakan berasal dari pengamatan teleskop radio ASKAP (Australian Square Kilometre Array Pathfinder) yang berlokasi di Australia Barat dan dioperasikan oleh Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), lembaga sains nasional Australia.
Pengembangan peta raksasa tersebut dilakukan oleh tim peneliti internasional yang dipimpin para ilmuwan dari CSIRO dan SKA Observatory (SKAO), organisasi antar-pemerintah yang tengah membangun dua teleskop radio terbesar di dunia. Hasil penelitian ini dinilai menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam upaya memahami struktur tersembunyi alam semesta.
Peneliti utama, Alec Thomson dari SKAO, menjelaskan bahwa ukuran dan kepadatan data yang dimiliki SPICE-RACS memungkinkan para ilmuwan mempelajari distribusi energi di alam semesta dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya. Dengan data tersebut, para peneliti kini dapat menelusuri struktur material di antara bintang-bintang terdekat sekaligus mengamati jutaan galaksi yang berada sangat jauh dari Bumi.
Untuk menghasilkan peta tersebut, tim ilmuwan menganalisis sinyal yang berasal dari hampir empat juta galaksi. Mereka mengukur bagaimana cahaya mengalami perubahan arah atau “puntiran” saat melintasi medan magnet di ruang angkasa. Fenomena yang dikenal sebagai rotation measure itu digunakan untuk mengidentifikasi lokasi serta kekuatan relatif medan magnet yang tersebar di berbagai wilayah kosmos.
Data hasil penelitian kemudian dibuka untuk publik melalui portal data milik CSIRO sehingga dapat dimanfaatkan oleh komunitas ilmiah di seluruh dunia untuk penelitian lanjutan.
Keberadaan medan magnet kosmik selama ini menjadi salah satu elemen penting yang memengaruhi dinamika alam semesta. Medan magnet berperan dalam mengatur pergerakan materi antargalaksi, proses pembentukan bintang, hingga pertumbuhan galaksi. Namun, karena tidak dapat diamati secara langsung, pemahaman ilmuwan terhadap struktur medan magnet masih relatif terbatas.
Ilmuwan Kepala SKAO, Naomi McClure-Griffiths, menilai kehadiran peta baru ini membuka peluang besar untuk menjawab berbagai pertanyaan fundamental yang selama puluhan tahun belum terpecahkan. Salah satunya adalah bagaimana medan magnet memengaruhi interaksi antara Galaksi Bima Sakti dengan galaksi-galaksi tetangganya, serta kapan medan magnet pertama kali muncul dalam sejarah alam semesta.
Menurut McClure-Griffiths, selama lebih dari dua dekade para astronom bergantung pada kumpulan data yang sama dan memiliki keterbatasan cakupan, terutama di wilayah langit bagian selatan. Dengan hadirnya SPICE-RACS, para peneliti kini memiliki gambaran yang jauh lebih lengkap mengenai struktur magnetik kosmik sehingga memungkinkan penelitian yang lebih akurat dan mendalam.
Temuan ini menjadi tonggak penting dalam eksplorasi ruang angkasa modern. Selain memperluas pemahaman manusia tentang asal-usul dan evolusi alam semesta, peta medan magnet terbesar yang pernah dibuat ini juga membuka peluang bagi berbagai penemuan baru mengenai hubungan antara galaksi, materi gelap, serta struktur kosmik yang selama ini tersembunyi dari pengamatan langsung.
Dengan teknologi teleskop radio generasi terbaru dan ketersediaan data dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya, para ilmuwan optimistis bahwa misteri besar tentang bagaimana alam semesta terbentuk dan berkembang dapat semakin terungkap dalam beberapa tahun mendatang. (hdl)







