Sidoarjo (beritajatim.id) – Proses evakuasi korban reruntuhan mushala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran terus berlanjut.
Tim gabungan berhasil mengevakuasi enam santri dari bawah reruntuhan, dengan satu korban ditemukan meninggal dunia. Dengan tambahan tersebut, total korban yang sudah dievakuasi mencapai 108 santri.
Salah satu korban selamat, Haikal, langsung dilarikan ke RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo untuk mendapat perawatan intensif. Proses penyelamatan Haikal berlangsung delapan jam akibat sulitnya medan evakuasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Tagana, serta relawan. Ia memastikan pemerintah menanggung penuh biaya perawatan korban di rumah sakit, baik milik daerah maupun swasta.
Selain itu, pemerintah menyalurkan santunan tunai, Rp15 juta untuk ahli waris korban meninggal dan minimal Rp5 juta untuk korban luka-luka. Pemkab Sidoarjo juga menegaskan seluruh korban di RSUD R. T. Notopuro akan ditanggung sepenuhnya, termasuk yang tidak memiliki BPJS. (ted)


as a preferred source on Google




