Jakarta (beritajatim.id) – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyerukan pentingnya dialog antarperadaban sebagai sarana untuk menjembatani perbedaan dan membangun kepercayaan antarbangsa dalam forum internasional bertajuk “Inter-Civilisation Exchanges and Mutual Learning: Global Development and Prosperity.”
Forum ini merupakan bagian dari Global Civilisations Dialogue Meeting, sebuah inisiatif dari Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dituangkan dalam Global Civilisation Initiative (GCI).
“Dialog antarperadaban adalah upaya sangat penting untuk menjembatani perbedaan serta membangun kepercayaan antarbangsa,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya dari Jakarta, Jumat (12/7).
Fadli menegaskan bahwa keberagaman budaya bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk menciptakan perdamaian, kemajuan, dan kemakmuran bersama. “Melalui pertukaran pengetahuan dan pembelajaran lintas budaya, kita dapat mendorong terwujudnya dunia yang damai dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Fadli juga menyoroti hasil kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Tiongkok pada November 2024, yang semakin mempererat kerja sama strategis dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.
Ia memperkenalkan Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman budaya yang luar biasa, dengan lebih dari 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, serta 2.213 warisan budaya takbenda (WBTB) yang telah terdata secara nasional, dan lebih dari 50.000 WBTB potensial.
Tak hanya itu, Fadli menekankan posisi penting Indonesia dalam sejarah umat manusia melalui penemuan Homo erectus dan Homo floresiensis di situs arkeologi seperti Sangiran, Trinil, Ngandong, serta lukisan gua prasejarah di Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan.
“Indonesia adalah contoh nyata bahwa perbedaan suku, agama, budaya, dan tradisi merupakan kekuatan dan fondasi utama jati diri bangsa,” tegasnya.
Di sisi lain, Fadli juga menyampaikan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan di Gaza, yang menurutnya merupakan bentuk nyata dari genosida peradaban dan penghapusan memori sejarah umat manusia. Ia menegaskan pentingnya solidaritas global untuk menghentikan kekerasan dan melindungi nilai-nilai kemanusiaan.
Menutup pernyataannya, Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjadi jembatan dalam kerja sama global, membangun stabilitas, keadilan, dan perdamaian dunia di tengah situasi geopolitik yang semakin multipolar. (dya/ted)


as a preferred source on Google




