Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Fenomena Haji Ekstrem: Spiritualitas, Resistensi Sosial, atau Komodifikasi Ibadah?

Fenomena Haji Ekstrem: Spiritualitas, Resistensi Sosial, atau Komodifikasi Ibadah?

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 3 Maret 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si.
Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si.

Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena masyarakat yang menempuh perjalanan ekstrem seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan perahu ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji belakangan ini mencuri perhatian.

Aksi ini tidak hanya memicu kekaguman, tetapi juga memunculkan pertanyaan: apakah ini bentuk ketulusan spiritual, resistensi sosial terhadap ketimpangan, atau sekadar komodifikasi ibadah?

Dekan sekaligus Guru Besar FISIP Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si., menyoroti bagaimana fenomena ini berkembang di era digital. Beberapa individu memanfaatkan media sosial untuk menyiarkan perjalanan mereka secara langsung, yang menimbulkan pertanyaan tentang niat di baliknya.

“Sebagai perjalanan spiritual, yang terpenting adalah niat di hati. Namun, ketika perjalanan ini ditampilkan di media sosial untuk mencari perhatian atau ‘like’, ada risiko entropi makna. Ibadah haji seharusnya tidak perlu dipamerkan,” ujar Bagong.

Bagong juga mengkhawatirkan bahwa fenomena ini bisa berubah menjadi komodifikasi ibadah, di mana aspek ritual justru tersingkirkan oleh aspek tontonan. Dalam beberapa kasus, para pelaku perjalanan ekstrem ini menerima dukungan materi dari masyarakat, seperti makanan, tempat istirahat, hingga uang saku. Hal ini memunculkan dua sudut pandang: apakah ini bentuk solidaritas sosial atau eksploitasi donasi?

“Wajar jika ada yang khawatir perjalanan ini dimanfaatkan untuk tujuan lain. Jangan sampai yang terjadi justru komodifikasi perjalanan haji,” tambahnya.

Dari perspektif sosiologi, fenomena ini juga bisa dimaknai sebagai bentuk resistensi sosial terhadap modernisasi ibadah haji yang semakin eksklusif. Biaya haji terus meningkat, sementara kuota haji reguler terbatas. Bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah, jalur ekstrem ini seringkali menjadi satu-satunya cara untuk mewujudkan impian mereka.

Baca Juga:  LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan untuk Stabilitas Likuiditas Perbankan

“Mungkin saja ini adalah bentuk protes terhadap ketimpangan akses ibadah haji. Namun, dengan memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan hal itu, justru bisa menurunkan pandangan masyarakat terhadap niat baik mereka,” ungkap Bagong.

Fenomena haji ekstrem juga mencerminkan ketimpangan ekonomi dalam akses ibadah. Jika biaya haji terus melambung, bukan tidak mungkin lebih banyak orang yang memilih jalur ekstrem sebagai bentuk ekspresi perlawanan terhadap sistem yang dianggap tidak berpihak pada mereka.

Dengan demikian, fenomena ini tidak hanya sekadar tentang spiritualitas, tetapi juga menyoroti kompleksitas sosial, ekonomi, dan budaya yang melatarbelakanginya. Apakah ini bentuk ketulusan ibadah, resistensi sosial, atau komodifikasi, tetap menjadi bahan perdebatan yang perlu dikaji lebih mendalam. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026 News
Polres Pelabuhan Tanjungperak bersama Damkar Surabaya menyiram lahan jagung di Tambak Wedi untuk menghadapi ancaman kemarau panjang.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Kerahkan Damkar Siram Lahan Jagung Hadapi Ancaman Kemarau

18 Juli 2026 News
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026 News
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026 News
Polri dan Kepolisian RRT melakukan pertukaran buronan. Tiga WN China dipulangkan, sementara satu buron WNI diserahkan kepada Polri.

Polri dan Kepolisian RRT Tukar Buronan, Tiga WN China Dipulangkan dan Satu WNI Diserahkan ke Indonesia

15 Juli 2026 News
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Benahi Layanan RSUD Soewandhie, Evaluasi Antrean Online, Farmasi hingga Kapasitas IGD

15 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Khofifah meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang progres pembangunannya mencapai 88,7 persen dan ditargetkan segera beroperasi.

Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi, Progres Hampir Rampung untuk Generasi Emas 2045

18 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.