Mojokerto (beritajatim.id) – Upaya memperkuat tata kelola data berbasis prinsip Satu Data Indonesia terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Satu Data 2026 digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis (23/4).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pengelolaan data lintas perangkat daerah, sekaligus mendorong peningkatan kualitas data sebagai dasar kebijakan publik dan pembangunan daerah.
Data Akurat Jadi Fondasi Kebijakan
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa implementasi kebijakan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi kebutuhan mendasar dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, data yang valid dan terverifikasi berperan penting dalam memastikan program pemerintah tepat sasaran. Ia juga menyoroti bahwa data harus terus diperbarui karena bersifat dinamis, serta wajib dapat dipertanggungjawabkan dari sisi sumber dan akurasinya.
Selain itu, kemudahan akses menjadi aspek penting agar data dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat luas.
Akses Portal Satu Data Alami Penurunan
Dalam forum tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita juga mengungkap adanya tren penurunan akses pada portal Satu Data Kota Mojokerto dalam tiga tahun terakhir. Puncak akses tercatat pada 2023, kemudian menurun pada 2024 dan kembali turun pada 2025.
Kondisi ini dinilai perlu evaluasi menyeluruh, baik dari sisi relevansi data yang disajikan maupun aspek teknis sistem. Evaluasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kembali kepercayaan dan pemanfaatan data oleh publik.
Perkuat Koordinasi dan Transformasi Digital
Kepala Diskominfo Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam pengelolaan data sektoral. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan layanan publik berbasis data.
FGD menghadirkan tenaga ahli data scientist, Farida, sebagai narasumber utama. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait tata kelola data, dilanjutkan dengan sesi diskusi teknis (desk) untuk membahas implementasi di masing-masing perangkat daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto berharap dapat membangun komitmen bersama dalam menghadirkan data yang berkualitas, terintegrasi, dan mampu menjadi fondasi kuat dalam pengambilan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan. (tin)


as a preferred source on Google




