Pacitan (beritajatim.id) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan data resmi BMKG, pusat gempa Pacitan berada di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan. Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sehingga dikategorikan sebagai gempa dangkal yang umumnya dirasakan lebih kuat di permukaan.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas tektonik di zona subduksi selatan Pulau Jawa. Meski berkekuatan cukup besar, hasil analisis parameter gempa menunjukkan tidak adanya potensi tsunami, sehingga masyarakat pesisir diimbau tetap tenang.
Tidak lama setelah gempa utama, BMKG mencatat dua kali gempa susulan. Gempa susulan pertama terjadi pada pukul 01.11 WIB dengan magnitudo 3,7. Episentrum gempa ini berada di koordinat 8,83 Lintang Selatan dan 111,23 Bujur Timur, sekitar 73 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 19 kilometer.
Selanjutnya, gempa susulan kedua tercatat pada pukul 01.16 WIB dengan magnitudo 2,8. Lokasinya berada di koordinat 8,89 Lintang Selatan dan 111,15 Bujur Timur atau sekitar 79 kilometer tenggara Pacitan, pada kedalaman 18 kilometer.
Rangkaian gempa Pacitan tersebut seluruhnya terjadi di wilayah laut tenggara Pacitan. Hingga pembaruan terakhir, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat kejadian ini.
BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas seismik di wilayah selatan Jawa Timur dan menyampaikan pembaruan data secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi, termasuk mengenali jalur evakuasi dan memastikan keamanan bangunan, terutama di daerah rawan aktivitas gempa. (ris)


as a preferred source on Google




