Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Gen Z Stare: Tatapan Kosong yang Sering Disalahartikan di Dunia Kerja

Gen Z Stare: Tatapan Kosong yang Sering Disalahartikan di Dunia Kerja

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 26 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Fenomena Gen Z Stare kini tengah ramai diperbincangkan, baik di media sosial maupun di lingkungan kerja. Istilah ini merujuk pada kebiasaan Generasi Z yang kerap menampilkan tatapan kosong saat terlibat dalam percakapan sehari-hari, khususnya ketika berinteraksi dengan generasi yang lebih tua seperti milenial atau boomer.

Bagi sebagian orang, tatapan tersebut terasa canggung bahkan dianggap kurang sopan karena lawan bicara seolah merasa diabaikan. Namun, para pakar menegaskan bahwa fenomena ini tidak sesederhana kelihatannya. Ada konteks psikologis dan sosial yang perlu dipahami agar tidak terjadi salah tafsir antar generasi.

Secara sederhana, Gen Z Stare menggambarkan ekspresi wajah tanpa reaksi yang ditunjukkan anak muda dari generasi Z ketika menghadapi percakapan. Tatapan kosong ini sering kali membuat suasana percakapan terasa hening atau kikuk. Meski demikian, psikolog klinis menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah tanda ketidakpedulian atau sikap dingin.

Banyak orang menilai bahwa Gen Z cenderung kurang terbiasa dengan percakapan tatap muka yang mengandalkan basa-basi. Hal ini dipengaruhi oleh masa pandemi yang membuat mereka lebih sering berinteraksi secara daring. Sementara generasi milenial dan boomer lebih terlatih dalam percakapan langsung, Gen Z justru merasa lebih nyaman dengan komunikasi digital yang serba cepat dan praktis.

Di lingkungan kerja, fenomena Gen Z Stare bisa menimbulkan kesalahpahaman. Atasan atau rekan kerja dari generasi lebih tua mungkin menilai Gen Z tidak antusias atau tidak sopan. Padahal, realitanya banyak dari mereka hanya belum menemukan gaya komunikasi yang tepat.

Baca Juga:  Hal yang Harus Dilakukan Life After Break Up untuk Perempuan

Bila tidak dipahami, perbedaan ini bisa menciptakan jarak antar generasi di dunia kerja. Oleh karena itu, penting adanya komunikasi terbuka lintas generasi agar fenomena ini tidak menjadi hambatan, melainkan kesempatan untuk membangun pemahaman yang lebih baik.

Dengan terus berkembangnya dunia digital dan cara berkomunikasi yang semakin beragam, tidak menutup kemungkinan bahwa Gen Z Stare akan menjadi ciri khas generasi ini di masa depan. Namun, para ahli menekankan bahwa hal ini sebaiknya tidak dipandang negatif. Sebaliknya, perlu ada usaha bersama untuk menjadikan fenomena ini sebagai jembatan komunikasi, bukan jurang pemisah.

Fenomena Gen Z Stare bukan sekadar tatapan kosong, melainkan refleksi dari perubahan cara berkomunikasi di era digital. Generasi Z sedang beradaptasi dengan dunia sosial dan profesional yang berbeda dari generasi sebelumnya. Dengan pemahaman yang lebih luas serta komunikasi yang terbuka, fenomena ini bisa menjadi pintu menuju hubungan lintas generasi yang lebih harmonis di masyarakat modern. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
fenomena Gen Z Gen Z Gen Z Stare komunikasi Gen Z
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.