Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Provinsi Jatim siap menjalankan program Sekolah Rakyat (SR), sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem guna memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Hal ini disampaikan Khofifah dalam Rapat Koordinasi Penguatan Ekonomi Desa bersama Bupati/Wali Kota se-Jatim serta Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (9/3) malam.
“Intinya, kami bersama seluruh Bupati dan Wali Kota siap menjalankan program Sekolah Rakyat di Jatim. Kami mengundang langsung Mensos RI dan Bapak Muhammad Nuh sebagai Ketua Tim Formatur untuk mendetailkan program ini,” ujar Khofifah.
Sekolah Rakyat: Memutus Mata Rantai Kemiskinan
Khofifah menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki konsep boarding school (sekolah asrama) mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Untuk itu, ia meminta setiap kepala daerah segera menyiapkan lahan sekitar 5 hektare atau merevitalisasi aset yang sudah ada, baik milik Pemda, BUMN, maupun perguruan tinggi.
“Sekolah Rakyat ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM agar nantinya menjadi generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta koordinasi lebih lanjut dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Sosial Provinsi guna mempercepat implementasi Sekolah Rakyat di Jatim.
Implementasi DTSEN untuk Data Sosial yang Lebih Akurat
Dalam rakor tersebut, juga dibahas Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
DTSEN akan menjadi basis data utama yang menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan penyaluran bantuan sosial dan program ekonomi lebih tepat sasaran.
“Penting bagi kita memastikan pemutakhiran DTSEN berjalan optimal di Jatim, termasuk di tingkat kabupaten/kota. Kami berharap skema pemutakhiran data bisa lebih didetailkan agar akurat,” kata Khofifah.
Target 100 Sekolah Rakyat Dimulai Tahun 2025
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026 dengan target 100 sekolah.
“Saat ini, sudah tersedia 40 Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan aset Kemensos, Pemda, perguruan tinggi, serta aset pemerintah lainnya,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan bahwa Kemensos menargetkan bantuan bagi masyarakat dalam desil 1 hingga desil 3, yaitu:
- Desil 1: Masyarakat miskin ekstrem.
- Desil 2: Masyarakat miskin.
- Desil 3: Masyarakat rentan miskin.
“Fokus utama kami adalah membantu mereka yang berada di kategori miskin ekstrem hingga rentan,” tegasnya.
Sekolah Rakyat: Pendidikan Formal dan Karakter
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, menjelaskan bahwa sekolah ini tidak hanya mengutamakan pendidikan formal, tetapi juga pembentukan karakter.
“Pendidikan yang teruji dan terbukti bisa memutus rantai kemiskinan. Sekolah asrama dipilih agar siswa bisa mendapatkan kompetensi dan karakter yang kuat,” kata Nuh.
Rakor ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono, serta jajaran kepala perangkat daerah Pemprov Jatim. (hdl)


as a preferred source on Google




