Jakarta (beritajatim.id) – Setelah bertahun-tahun menjadi misteri, aktris dan pendiri brand gaya hidup Goop, Gwyneth Paltrow, akhirnya mengungkap kisah di balik perceraiannya dengan vokalis Coldplay, Chris Martin.
Dalam sebuah esai personal yang ditulis untuk British Vogue pada 2020, Paltrow mengisahkan secara jujur dan puitis tentang saat dirinya menyadari bahwa pernikahannya telah mencapai akhir.
Paltrow mengenang bahwa momen kesadaran itu datang saat ulang tahunnya yang ke-38, ketika ia dan Martin tengah berlibur di pedesaan Tuscany, Italia. Mereka menginap di sebuah pondok kecil yang menghadap hutan, dikelilingi suasana musim gugur yang tenang dan hangat.
“Aku tidak ingat kapan tepatnya itu terjadi. Tapi aku tahu—meskipun ada jalan-jalan panjang, waktu istirahat yang lama, gelas besar anggur Barolo, dan tangan yang masih saling menggenggam—pernikahanku telah usai,” tulis Paltrow dalam esainya.
Momen itu, menurut Paltrow, adalah titik balik emosional yang tak bisa ia abaikan. Ia mengakui sempat berusaha menghindari perasaan tersebut, bahkan berjuang keras agar pernikahan itu tetap bertahan, terutama karena latar belakang masa kecilnya yang dipenuhi oleh perceraian.
Namun, pada akhirnya, ia menyadari bahwa perpisahan bukanlah kegagalan, melainkan transisi yang harus dijalani. Konsep conscious uncoupling atau perpisahan secara sadar yang sempat menuai kritik publik, justru menjadi jalan tengah yang ia dan Martin pilih agar bisa tetap menjalin hubungan yang sehat sebagai orang tua dari dua anak mereka.
“Conscious uncoupling memungkinkan kita mengenali bahwa dua bentuk cinta yang berbeda bisa hidup berdampingan dan saling menguatkan,” ungkap Paltrow, menutup esainya.
Paltrow juga menegaskan bahwa meski tak lagi menjadi pasangan, Chris Martin tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya. (dya/hdl)


as a preferred source on Google



