Bangkok (beritajatim.id) — Pertumbuhan digital di kawasan ASEAN diiringi tantangan serius berupa meningkatnya kejahatan siber dan penipuan daring lintaswilayah.
TS Wong, Group Managing Director MYEG dan Co-founder Zetrix, menegaskan pentingnya prinsip pengakuan timbal balik (mutual recognition) untuk identitas digital nasional demi mencegah penipuan daring.
Hal ini disampaikan dalam China-ASEAN Digital Ecosystem Cooperation Forum yang digelar bersamaan dengan 5th ASEAN Digital Ministers’ Meeting di Bangkok, baru-baru ini.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemimpin dan pembuat kebijakan, termasuk YM Zhang Yunming (Wakil Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok), YM Prasert Jantararuangtong (Wakil Perdana Menteri Thailand), serta YM Dr. Kao Kim Hourn (Sekretaris Jenderal ASEAN).
Dampak Penipuan Daring di Asia Tenggara
Menurut United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), sepanjang 2023, kerugian akibat penipuan daring di Asia Timur dan Tenggara mencapai 37 miliar Dollar AS.
Di Malaysia saja, Menteri Digital Gobind Singh Deo mencatat total kerugian senilai RM 3,18 miliar (setara 700 juta Dollar AS) dari lebih 95.800 korban selama 2021 hingga April 2024.
TS Wong menekankan bahwa identitas digital nasional yang saling kompatibel dapat mempermudah verifikasi lintaswilayah secara real-time.
Langkah ini akan mempermudah pencegahan kejahatan daring seperti video deepfake yang semakin realistis.
Manfaat identitas digital yang kompatibel:
- Verifikasi identitas lintas negara secara instan untuk mendeteksi pelaku penipuan.
- Meningkatkan kepercayaan dalam transaksi digital.
- Mendukung ekonomi digital yang aman dan terpercaya.
Zetrix dan Teknologi Blockchain
Melalui blockchain layer-1 Zetrix, MYEG mendorong interoperabilitas lintaswilayah, termasuk penerbitan Zetrix ID sebagai Web3 Verifiable Credentials (VC). Teknologi ini memungkinkan digitalisasi identitas warga dan pelaku bisnis, mendukung keamanan dengan fitur antiperusakan (tamper-proof).
Kolaborasi dengan infrastruktur blockchain nasional Tiongkok, Astron-Xinghuo BIF, juga membuka jalan menuju ekosistem digital yang terintegrasi.
Menyambut kepemimpinan Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025, MYEG terus berinovasi untuk mendukung transformasi digital dan melindungi warga dari ancaman siber. (hdl)


as a preferred source on Google




